Prabowo Sebut Negara Bisa Dapat Tambahan Rp 49 Triliun Bulan Depan, Dari Mana?

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah berpotensi menerima tambahan dana sekitar Rp 49 triliun pada bulan depan. Dia mengatakan, dana tersebut berasal dari penertiban aset dan dana tidak bertuan yang tersimpan di rekening pasif atau dormant.

Prabowo mengatakan dirinya telah mendapat informasi ihwal adanya penyerahan hasil penguasaan kembali kawasan hutan dan uang senilai Rp 10 triliun ke kas negara pada bulan depan. 

Potensi tambahan penerimaan negara dalam waktu dekat juga disebut akan datang dari hasil penertiban lanjutan serta pemulihan aset lain oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) senilai kurang lebih Rp 39 triliun. Ia mengatakan dana tersebut berasal dari pihak-pihak yang terindikasi melakukan pelanggaran hukum atau telah meninggalkan aset tanpa kejelasan kepemilikan.

“Para koruptor atau para kriminal itu mungkin entah sudah lari dari Indonesia atau sudah meninggal, uangnya tertinggal di rekening-rekening tidak jelas,” kata Prabowo saat memberikan sambutan Penyerahan Denda dan Lahan Hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu (13/5).

Prabowo mengarahkan agar dana yang tidak diklaim dalam jangka waktu tertentu dan telah diumumkan secara terbuka dapat dialihkan untuk kepentingan negara. Ini agar aset yang selama ini terbengkalai sehingga dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan publik. “Bulan depan ini kurang lebih akan ada Rp 49 triliun,” ujarnya.

Prabowo mengaitkan potensi tambahan dana itu dengan percepatan pembangunan fasilitas layanan dasar, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan. Ia menyoroti kondisi sekitar 10 ribu puskesmas yang belum pernah diperbaiki sejak era Presiden RI ke-2 Soeharto. “Kira-kira satu Puskesmas Rp 2 miliar, jadi pemerintah butuh kurang lebih Rp 20 triliun," kata Prabowo.

Prabowo menilai tambahan dana yang masuk dapat mempercepat renovasi ribuan puskesmas serta mendukung program perbaikan sekolah yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut pemerintah telah memperbaiki puluhan ribu sekolah dan akan melanjutkan program tersebut secara bertahap hingga mencakup seluruh fasilitas pendidikan.

“Semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan, uang-uang tersebut akan hilang dimakan para koruptor, para maling-maling dan perampok-perampok itu,” ujarnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Biadab! Terangsang Nonton Film Porno, Guru Ngaji Cabuli 7 Santri Laki-Laki
• 17 jam laluokezone.com
thumb
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
MSCI Keluarkan Enam Saham Blue Chip Indonesia dari Indeks Standar Global
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Revitalisasi SMK Genjot Ekonomi Daerah dan Lulusan Siap Kerja
• 21 jam laludisway.id
thumb
ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi Transformasi Layanan Pertanahan di Sulawesi Utara
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.