Driver Ojol Meninggal Usai Laka di Depan Bangunan SR, Komunitas Ojol di Tuban Gelar Aksi Solidaritas

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

Tuban (beritajatim.com) – Ratusan komunitas ojek online (ojol) yang tergabung di Kabupaten Tuban melakukan aksi tabur bunga dan menyalakan lilin usai rekannya tewas dalam kecelakaan lalu lintas di depan pembangunan proyek Sekolah Rakyat (SR) di Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan.

Sebelumnya, seorang driver ojol, M. Iqbal, asal Kelurahan Sidomulyo, Kabupaten Tuban, dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang diduga karena melewati jalan aspal bekas galian pipa proyek pembangunan SR.

Bekas galian tersebut membekas seperti gundukan aspal dan tidak rata sehingga menyebabkan korban yang saat itu mengendarai Honda Scoopy bernopol S 2408 EX terpental sangat jauh di lokasi kejadian, sekitar 100 meter, pada Senin (11/5/2026).

Usai kecelakaan tersebut, keesokan harinya pada Selasa (12/5/2026), bekas gundukan dari galian tersebut langsung diratakan oleh pihak pengembang, yakni PT Waskita Karya.

Ketua organisasi Ojol Langgeng Tuban, Nanang Sasmito, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas komunitas ojol atas meninggalnya M. Iqbal saat kecelakaan yang diduga disebabkan oleh galian bekas pembangunan SR di Tuban.

“Malam ini kami melakukan tabur bunga dan menyalakan lilin di dua titik lokasi, yakni di depan SR dan di depan Sekolah Mondokan tempat korban terpental jauh,” ujar Nanang Sasmito.

Selain itu, dilakukan pembacaan doa bersama untuk almarhum. Iqbal sendiri merupakan driver baru sejak bulan Ramadan lalu. Ia hidup mandiri dan harus menghidupi keluarganya.

Sementara itu, Humas Koalisi Komunitas Ojol Tuban (KKOT), Hendra, menambahkan bahwa pihak PT Waskita telah memberikan uang santunan sebesar Rp20 juta kepada keluarga korban. Namun, pihak keluarga menyayangkan hal tersebut karena tanggung jawab yang diberikan dinilai hanya sebatas uang santunan.

“Saya melihat mereka memang ada itikad baik, tapi melihat nominal itu, para ojol umumnya menilai seharusnya bisa dilebihkan,” terang Hendra.

Ia mempertanyakan apakah nilai Rp20 juta tersebut pantas dibandingkan dengan nyawa korban. Karena itu, aksi ini juga bertujuan agar keluarga korban mendapatkan rasa keadilan dan kelegaan.

“Untuk memenuhi aspek kelegaan itu, kami memohon kepada pihak terkait agar memberikan nilai yang lebih pantas, meski kami melihat mereka sudah memiliki niat baik,” jelas Hendra.

Saat ditanya mengenai kelanjutan peristiwa tersebut, apakah PT Waskita akan dilaporkan ke pihak kepolisian, Hendra mengungkapkan bahwa komunitas ojol menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada pihak keluarga. “Kalau itu kami serahkan kepada pihak keluarga,” pungkasnya. [dya/kun]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 10 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Sebanyak 6.738 Siswa Mendaftar Sekolah Unggulan Garuda
• 19 menit laluidxchannel.com
thumb
Di Tengah Tren Perlemahan Rupiah, Mendag Sebut Ekspor Masih Tumbuh Positif
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
AFC Jatuhkan Sanksi Berat ke Persib Bandung, Denda Rp3,5 Miliar dan 2 Laga Kandang Tanpa Penonton
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Satgas PASTI Blokir Magento, Diduga Catut Nama Produk Adobe untuk Penipuan Investasi
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.