jpnn.com, JAKARTA - BAZNAS Provinsi DKI Jakarta resmi memperkenalkan program Kurban Berkah BAZNAS 2026, melalui kegiatan Public Expose bersama rekan-rekan media.
Program hadir dengan pendekatan yang lebih terukur, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan sosial dan ketahanan pangan rendah.
BACA JUGA: Tak Terbukti Korupsi, Enam Mantan Pimpinan Baznas Enrekang Divonis Bebas
Pimpinan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh media yang hadir serta menegaskan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga bagian dari upaya pemerataan kesejahteraan sosial di tengah masyarakat.
Ketua BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Ahmad H. Abu Bakar mengatakan penyaluran kurban dilakukan berbasis DTSEN (Data Terpadu Sasaran Ekonomi Nasional), untuk memastikan validasi kemiskinan ekstrem secara lebih presisi.
BACA JUGA: 15 Keluarga Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Terima Santunan dari Baznas
“Fokus distribusi diarahkan pada 20 titik RW Kumuh Miskin (KUMIS) prioritas yang tersebar di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta, guna memastikan daging kurban menjangkau masyarakat dengan konsentrasi mustahik tertinggi,” ucap Ahmad di Jakarta Selatan, pada Rabu (13/5).
Sebagai bagian dari pemerataan distribusi, BAZNAS DKI Jakarta juga menginisiasi program “Qurban Fest” di Kampung Tanpa Matahari, wilayah urban dengan tingkat kerentanan tinggi yang selama ini kerap luput dari distribusi kurban konvensional.
BACA JUGA: Kunker ke Sumut, BAZNAS dan DPR RI Dorong Efektivitas Program Sosial
Dalam pelaksanaannya, Kurban Berkah BAZNAS 2026 menghadirkan berbagai pilihan program, di antaranya Kurban Berkah Jakarta untuk distribusi di wilayah DKI Jakarta, Kurban Berkah Pelosok Desa yang menyasar daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Lalu, Kurban BUMD dan KORPRI sebagai konsolidasi kurban pegawai BUMD dan ASN Pemprov DKI Jakarta, Kurban Palestina melalui kolaborasi bersama BAZNAS RI, hingga program Sedekah Daging bagi masyarakat yang ingin berbagi dengan nominal lebih terjangkau.
“BAZNAS DKI Jakarta juga menghadirkan sejumlah inovasi dalam pelaksanaan kurban tahun ini,” kata dia
Digitalisasi layanan dilakukan melalui aplikasi BAZNAS BAZIS App serta website resmi donasi.baznasbazisdki.id guna mempermudah masyarakat dalam berkurban.
Selain itu, sebagian daging kurban akan diolah menjadi rendang kaleng sebagai cadangan logistik bencana dan distribusi pangan jangka panjang.
Di sisi lain, BAZNAS DKI Jakarta turut mengedepankan konsep Green Kurban melalui penggunaan wadah ramah lingkungan seperti besek di seluruh titik pemotongan binaan.
Proses penyembelihan juga dipastikan memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) melalui pemeriksaan ketat serta keterlibatan Juru Sembelih Halal (JULEHA).
Melalui program itu, BAZNAS Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat, sektor swasta, BUMD, dan seluruh elemen untuk bergotong royong mengonsolidasikan kurban demi pemerataan distribusi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kurban Anda adalah kebahagiaan mereka. Mari kita jadikan Idul Adha tahun ini sebagai momentum Jakarta berbagi keberkahan,” tambah Ahmad. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kurban Berkah Baznas Menyasar Wilayah Bencana Hingga Palestina
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




