Pantau - Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi membahas progres pembangunan Sekolah Garuda dalam pertemuan antara Kepala KSP Dudung Abdurachman dan Wakil Menteri Stella Christie di Gedung Kantor Staf Presiden, Jakarta.
Dudung Abdurachman menyampaikan progres pembangunan SMA Unggulan Garuda hingga Mei 2026 menunjukkan hasil positif di sejumlah wilayah.
“Progres pembangunan SMA Unggulan Garuda baru ini, per Mei 2026 ini menunjukkan capaian yang sangat positif dan secara umum berada di atas target pada seluruh lokasi,” ungkap Dudung.
Progres Pembangunan di Sejumlah DaerahPembangunan SMA Unggulan Garuda di Provinsi Bangka Belitung tercatat telah mencapai 24,52 persen.
Pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 30,27 persen.
Sementara itu, progres pembangunan di Provinsi Sulawesi Tenggara telah mencapai 33,17 persen.
Dudung menyebut pembangunan di wilayah Kalimantan masih menghadapi sejumlah hambatan dalam proses pelaksanaannya.
KSP memastikan akan mendukung kelancaran pembangunan Sekolah Garuda melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Dukungan tersebut meliputi koordinasi antara Kemendiktisaintek dengan Kementerian Pekerjaan Umum, masyarakat sekitar, hingga otoritas daerah.
“Program ini harus cepat, diharapkan nanti di bulan Juli ini akan selesai dan beroperasi,” kata Dudung.
Dana Abadi Disiapkan untuk Operasional SekolahWakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menyebut KSP memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan SMA Unggulan Garuda.
Selain KSP, pembangunan sekolah tersebut juga melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga lain, termasuk Kementerian Keuangan.
Kementerian Keuangan disebut berperan dalam menyiapkan dana abadi untuk operasional Sekolah Garuda pada masa mendatang.
“Artinya investasi negara dari Bapak Presiden yang dibuat sekarang untuk Sekolah Garuda ini akan berlangsung selamanya. Karena akan ada dana abadi yang membiayai operasional dari Sekolah Garuda nantinya,” ujar Stella.
Pemerintah sebelumnya berencana membangun enam Sekolah Unggul Garuda baru di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah juga akan menambah jumlah Sekolah Unggul Garuda Transformasi di sejumlah daerah.
Hingga 2 Mei 2026, Kemendiktisaintek telah melakukan proses seleksi sekolah dalam program tersebut.
Sebanyak 240 sekolah dari 25 provinsi telah mendaftarkan diri dalam program Sekolah Unggul Garuda Transformasi.




