Tak Hanya Jadi Bumbu Masak, Buah Pala Punya Banyak Manfaat hingga Bisa Jadi Cuan

viva.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil rempah terbesar di dunia. Dari sekian banyak rempah yang tumbuh di berbagai daerah, buah pala menjadi salah satu komoditas yang memiliki nilai tinggi, baik untuk kebutuhan kuliner maupun kesehatan.

Selama ini, pala identik sebagai bumbu masakan yang memberikan aroma khas pada makanan dan minuman. Padahal, rempah asli Indonesia ini ternyata menyimpan banyak manfaat lain yang belum banyak diketahui masyarakat. Tidak heran jika pala masih menjadi komoditas yang cukup diminati hingga pasar internasional.

Baca Juga :
Biji Buah Pala Ampuh Atasi Insomnia
Sung Kang Kepincut Industri Otomotif Indonesia, Singgung Peluang Kelas Dunia

Selain digunakan untuk kebutuhan dapur, pala juga kerap dimanfaatkan dalam industri minuman, obat tradisional, hingga produk kecantikan. Kandungan minyak atsiri di dalamnya membuat rempah ini memiliki aroma kuat sekaligus manfaat yang cukup beragam untuk tubuh.

Menurut sejumlah penelitian kesehatan dan pangan, pala mengandung antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas. Pala juga dipercaya membantu menjaga kualitas tidur karena memiliki efek menenangkan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Tak hanya itu, rempah ini juga sering digunakan untuk membantu meredakan gangguan pencernaan, meningkatkan nafsu makan, hingga menghangatkan tubuh.

Di beberapa daerah Indonesia, pala bahkan diolah menjadi berbagai produk bernilai jual seperti sirup hingga minyak pala. Hal tersebut membuat komoditas ini tidak hanya penting untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi menjadi sumber cuan penghasilan masyarakat.

Potensi besar itulah yang kini mulai dikembangkan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Melalui program pemberdayaan yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, masyarakat desa didorong untuk memanfaatkan pala sebagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Pendekatan yang dilakukan bukan sekadar menjual hasil panen mentah, melainkan membangun sistem usaha yang lebih berkelanjutan. Masyarakat diajak memahami proses pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk agar nilai jual pala bisa meningkat.

“Perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. Kami ingin mendorong perempuan di daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki, termasuk komoditas pala di Ngada,” ujar Kindaris, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani. 

Baca Juga :
Perbankan RI Pakai AI untuk Perangi Penjahat Siber
Bisa Tanya soal Gaji hingga Penyakit di Fitur Baru WhatsApp, Rahasiamu Terjamin
Kotoran Sapi Jadi Cuan, Koperasi di Lamongan Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lakoni Uji Tabrak, Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Golkar soal Urus Izin di RI Rumit: Disharmoni Regulasi Pusat dan Daerah
• 11 jam laludetik.com
thumb
Wujudkan Solusi Finansial Lengkap di BRI Consumer Expo 2026 Jakarta
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Penjelasan Polisi Pernah Tangkap WN Jepang di Jakbar Terkait Prostitusi Anak
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Dinilai Untungkan Salah Satu Calon, 3 Caketum HIPMI Tolak Lampung Jadi Lokasi Munas
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.