Jakarta: Tim Pengawas DPR untuk Penyelenggaraan Haji (Timwas Haji DPR) menerima sejumlah laporan serius. Yakni, terkait kondisi hotel jemaah di Madinah, Arab Saudi.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah dugaan kamar hotel yang diisi jauh melebihi kapasitas. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, menyebut ada laporan terkait kamar yang seharusnya hanya diisi empat orang, namun ditempati hingga delapan, bahkan dua belas jemaah.
“Ini sudah tidak manusiawi. Kalau bed memang bisa ditambah, tapi kamar mandi hanya satu. Jemaah akhirnya harus rebutan,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid usai Rapat Timwas Haji DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Baca Juga :
Cerita Petani Kapi Gayo Wujudkan Mimpi Naik HajiTak hanya kapasitas kamar, Timwas Haji DPR akan memastikan kesesuaian jarak hotel. Khususnya, dengan standar yang telah disepakati sebelumnya.
Berdasarkan hasil Panja Haji DPR RI, hotel jamaah maksimal berjarak 4,5 kilometer dari titik layanan utama. Namun di lapangan, DPR menemukan indikasi adanya hotel yang berjarak hingga 13 kilometer.
“Ini temuan yang harus kami cek langsung. Jangan sampai jemaah dirugikan,” katanya.
Ilustrasi ibadah haji. Foto: Metro TV/Misbahol
Selain pemondokan, pengawasan DPR akan menyasar layanan konsumsi bagi jemaah Indonesia. Wachid menegaskan kualitas katering bercita rasa Indonesia menjadi perhatian serius Timwas.
Menurut dia, hal itu penting. Agar, jemaah tetap nyaman selama beribadah.
“Katering rasa Indonesia juga harus kita awasi benar,” lanjutnya.
Timwas DPR RI juga akan mengawasi pelaksanaan dam atau denda haji. Agar, benar-benar dilakukan sesuai ketentuan syariat dan transparan.
“Pengawasan dam ini juga menjadi perhatian Komisi VIII DPR RI, apakah dilaksanakan 100 persen atau tidak,” tegas Abdul Wachid.




