Polresta Sleman Gandeng Ikatan Bidan Indonesia Bahas Legalitas Penampungan Bayi di Pakem Sleman

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Sleman, tvOnenews.com - Polresta Sleman menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) setempat untuk membahas aspek legalitas praktik penampungan bayi yang ditemukan di wilayah Hargobinangun, Pakem. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah aktivitas tersebut masih berada dalam koridor izin praktik atau justru melanggar aturan yang berlaku. 

Peristiwa ini mencuat setelah adanya temuan 11 bayi yang diduga dititipkan dan dirawat di sebuah rumah penampungan di kawasan Pakem. Dari penelusuran awal, bayi-bayi tersebut sebelumnya dilahirkan di tempat praktik bidan di Gamping, kabupaten setempat. 

Kini, aparat kepolisian masih terus mendalami perkara tersebut, termasuk soal perizinannya. 

"Sementara, kita mau koordinasikan dengan ikatan bidan dulu ya. Jadi untuk bidan ini apakah nanti bisa merawat bayi yang sejumlah sebelas itu ataukah tidak. Apakah ini masuk dalam usaha tersendiri ataukah masih masuk dalam satu kategori izin kebidanannya," tutur AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, Kasatreskrim Polresta Sleman, Selasa (12/5/2026). 

Sebelumnya, Wiwit menyebut, izin praktik kebidanan yang dilakukan oleh bidan inisial ORP telah resmi mengantongi izin resmi. Sedangkan, izin penampungan bayi masih dalam penyelidikan oleh aparat kepolisian. 

Pasca temuan tersebut, polisi juga telah mendatangi tempat praktik bidan di wilayah Gamping. Disana, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mencari kelayakan terhadap tempat tersebut untuk merawat sebelas bayi ini. 

"Sampai saat ini, kita juga masih pendalaman lagi dari hasil olah TKP itu.

Nanti kita analisa dan evaluasi (anef)-kan dan ada keterangan-keterangan lain juga yang kita himpun untuk kita gelarkan. Apakah ada pelanggaran hukum atau konstruksi hukum apa yang akan kita lakukan," ucapnya. 

Tentunya dalam hal ini, polisi juga mengedepankan kondisi dari bayi-bayi tersebut. Jangan sampai fokus ke penyelidikan, namun kondisi anak malah terabaikan. 

"Untuk anak-anak ini, sekarang sudah dalam perawatan. Juga sampai saat ini, kondisinya juga masih normal," kata Wiwit. (scp/buz) 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dorong Babak Final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Diulang, DPR: Supaya Adil, Tidak Mengurangi Minat dan Antusiasme Anak-Anak
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Baja Jadi Masa Depan Kota Modern, Saatnya Arsitek RI Tampil di Kancah ASEAN
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cuaca Ekstrem Mengintai Jakarta, Warga Diminta Siaga
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kebakaran Rumah di Tanjung Priok Jakut, 4 Lansia Tewas Mengenaskan
• 12 jam laluokezone.com
thumb
KPK dalami proyek jalan Sumut lewat pemeriksaan eks Kepala BBPJN
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.