Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Ketum Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

jpnn.com
18 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo menuding proses tender pembangunan Kantor Wilayah Sulawesi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Kota Makassar, sarat ketidaktransparanan dan diduga mengarah pada praktik kongkalikong untuk memenangkan kontraktor tertentu.

Menurut Anshar, dugaan tersebut menguat setelah salah satu peserta lelang menerima surat resmi bertanggal 25 Juli 2025 dengan perihal “Pengumuman Pengadaan Batal”.

BACA JUGA: Ketum Logis 08: Kinerja Danantara Belum Terlihat untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

Surat itu diterbitkan oleh Divisi Procurement and Fixed Asset Management BTN dan menyatakan bahwa meskipun perusahaan telah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan prakualifikasi, proses pengadaan dibatalkan karena adanya perubahan ruang lingkup pekerjaan.

Jika peserta sudah lulus seluruh tahapan dan dinyatakan memenuhi syarat, lalu tiba-tiba tender dibatalkan dengan alasan perubahan ruang lingkup, tentu publik berhak mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

BACA JUGA: Layani Pengiriman Hasil Bumi & Hewan Ternak, KAI Logistik Jalin MoU dengan Bogantara

"Jangan sampai ini hanya modus untuk membuka jalan bagi rekanan tertentu,” kata Anshar Ilo, Selasa (13/5).

Belakangan, Proyek strategis dengan nilai lebih dari Rp 100 miliar tersebut diduga berlangsung secara tidak transparan dan terindikasi diarahkan untuk memenangkan kontraktor tertentu, yang disebut-sebut merupakan anak perusahaan dari PT Binayasa.

BACA JUGA: Dukung GT World Challenge Asia 2026, Bea Cukai Pastikan Arus Logistik Lancar

Dia mengatakan publik patut mempertanyakan mengapa tender yang sudah berjalan dan diikuti peserta yang memenuhi seluruh persyaratan justru dibatalkan, kemudian hasil akhirnya disebut-sebut dimenangkan oleh perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan pihak tertentu.

"Ini menimbulkan dugaan kuat adanya pengaturan pemenang,” ujar Anshar Ilo.

Dia menegaskan bahwa proyek bernilai ratusan miliar rupiah harus dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.

“Jika benar ada skenario untuk mengarahkan proyek kepada perusahaan tertentu, maka ini merupakan bentuk penyimpangan serius yang harus diusut. Dana negara tidak boleh dikelola dengan praktik yang mencederai prinsip persaingan sehat,” tegasnya.

Logis 08 mendesak manajemen BTN dan Danantara Indonesia untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan pembatalan tender awal, proses pengadaan ulang, serta dasar penetapan pemenang proyek.

Selain itu, Logis 08 meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung Republik Indonesia, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memantau dan menelusuri kemungkinan adanya praktik persekongkolan dalam tender tersebut.

“Proyek pembangunan Gedung Kanwil BTN Sulampua harus menjadi contoh tata kelola yang bersih, bukan justru memunculkan dugaan kongkalikong. Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai ada penjelasan yang transparan kepada publik,” tutup Anshar Ilo.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Astra Daihatsu Buka Lowongan Kerja 2026: Buka 3 Posisi untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya!
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Menpora Erick Thohir Soroti Piala Presiden 2026 Jadi Alat Pemersatu Bangsa, Libatkan 64 Klub dari 38 Provinsi
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Netizen Geram Lihat Anggota DPRD Jember Santai Main Game Sambil Merokok Ketika Bahas Stunting: Pecat Langsung!
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Video: Peran RI Perkuat Pasokan Pupuk Global Hadapi Gejolak Geopolitik
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.