JAKARTA -Terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko yang melakukan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus mengaku tidak punya pengetahuan tentang operasi intelijen, apalagi dilatih tentang operasi tersebut.
"Jadi sama sekali tidak punya pengetahuan operasi intelijen untuk melaksanakan kegiatan ini? Tidak ada pengetahuan khusus, bagaimana nanti kita merancang ini, bagaimana kita kabur?" tanya penasihat para terdakwa di pengadilan pada Rabu (13/5/2026).
"Siap, tidak ada. Siap, tidak ada," ujar Terdakwa I yang juga merupakan anggota BAIS tersebut.
Terdakwa I mengaku, tidak punya pengetahuan atas operasi intelijen ataupun operasi khusus selama berada di Bais TNI. Maka itu, perbuatan penyiraman terhadap Andrie Yunus dilakukannya tanpa ada rencana apapun sebelumnya alias spontanitas belaka.
Maka itu pula, kata dia, saat melakukan penyiraman, dia tidak menggunakan pelindung apapun yang bisa melindungi dirinya dari cipratan cairan yang disiramkan ke Andrie Yunus. Termasuk pelindung untuk menutupi wajah agar tidak terdeteksi kamera CCTV lantaran dia pun tak memikirkannya.
"Waktu mau melaksanakan kegiatan penyiraman itu apakah ada perencanaan yang betul-betul matang. Contoh pada saat melaksanakan Terdakwa I tidak menggunakan cover yang betul-betul bisa melindungi Terdakwa I, baik itu dari pelacakan wajah, keamanan Terdakwa I maupun lainnya itu tidak dibuat sedemikian rupa. Kenapa tidak dibuat begitu?" tanya penasihat.
"Siap, karena spontan saja," jawab Terdakwa I
"Tidak pernah berpikir bagaimana nanti ke depan kita ini kalau dilihat, tidak berpikir panjang?" tanya penasihat.
"Siap, tidak," beber Terdakwa I.
Terdakwa I menerangkan, selama berada di Bais TNI, dia juga tidak pernah menjalani pelatihan khusus kaitannya tugas operasi intelijen. Sebabnya, dia hanya berada di Denma Bais TNI.
"Apakah pernah dilatih selama di Bais (TNI) untuk melakukan tugas-tugas operasi intelijen?" tanya penasihat.
"Siap, kami Denma tidak ada pelatihan seperti itu," papar Terdakwa I.




