REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar memfokuskan upaya pada generasi muda dalam rangka mencegah penyalahgunaan obat dan bahan berbahaya di Sulawesi Selatan. Aksi ini dilaksanakan melalui edukasi kesehatan nasional yang melibatkan berbagai pihak.
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil karena meningkatnya kekhawatiran terhadap penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT) di kalangan remaja. Remaja dianggap rentan terpengaruh tren media sosial dan pergaulan bebas, sehingga edukasi sejak dini dinilai penting untuk melindungi mereka dari risiko kesehatan serius.
Dalam kegiatan tersebut, BBPOM Makassar menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan obat, termasuk dampak fatal yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Upaya pencegahan dilakukan melalui kampanye literasi kesehatan serta pengawasan distribusi obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan.
Generasi muda perlu dibekali pemahaman mengenai penggunaan obat yang aman dan sesuai aturan. BBPOM juga memperketat pengawasan terhadap zat berbahaya seperti dinitrogen monoksida (N2O) atau gas tertawa, yang penyalahgunaannya dapat menyebabkan gangguan saraf hingga kematian akibat kekurangan oksigen.
BBPOM Makassar berharap melalui aksi nasional ini, kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pemuda, semakin meningkat sehingga mampu menekan penyalahgunaan obat dan bahan berbahaya di Sulawesi Selatan. Salah satu peserta, Firdaus, menyatakan bahwa ia baru mengetahui bahaya OOT bagi kesehatan fisik dan mental melalui edukasi dari pihak BBPOM Makassar.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.