Tim SAR Gabungan masih mencari Riza (laki-laki, 30 tahun), nelayan yang hilang usai perahunya terbalik di Pantai Baru, Kabupaten Bantul.
Humas Basarnas Yogyakarta Pipit Eriyanto mengatakan pada pencarian hari kedua ini personel SAR dibagi menjadi 5 tim. Salah satu tim dilengkapi dengan drone thermal atau pesawat tanpa awak yang dilengkapi sensor pencitraan termal untuk mendeteksi radiasi panas.
"SRU (Search and Rescue Unit) 4 melakukan penyisiran udara menggunakan Drone Thermal dari LKP (Lost Known Position) dengan radius kurang lebih 500 meter," kata Pipit dikonfirmasi, Kamis (14/5).
Pipit mengatakan, tim pertama akan menyisir dengan perahu jukung dengan radius 1 kilometer dari terbaliknya perahu.
Lalu, tim kedua akan menyisir di darat ke arah timur serta memantau tepian pantai.
"SRU 3 melakukan penyisiran darat dari LKP menuju ke arah barat sejauh kurang lebih 500 meter dan pemantauan di beberapa titik tepi pantai," jelas dia.
"SRU 5 melakukan penyisiran darat menggunakan beach patrol dari LKP ke arah timur sejauh 750 meter," ujarnya.
Adapun insiden terbaliknya kapal korban itu terjadi pada Rabu (13/5) kemarin. Kepala Kantor SAR Yogyakarta Rio Banupanitis mengatakan perahu tersebut terbalik usai dihantam ombak. Perahu saat itu membawa tiga nelayan hendak kembali ke pantai.
"Namun, saat proses pendaratan, mesin perahu mengalami kendala teknis. Di saat yang bersamaan, hantaman ombak besar datang dari arah belakang yang mengakibatkan perahu tersebut terbalik dan melontarkan seluruh awak kapal ke laut," kata Rio.
Dua nelayan berhasil diselamatkan. Sementara satu korban masih dalam proses pencarian atas nama Riza.





