Perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran belum benar-benar berakhir. Meski demikian, AS sudah merogoh kantong lebih dalam untuk perang.
Sebagai informasi, AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Serangan itu telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran lalu membalas dengan menyerang berbagai fasilitas militer AS di negara-negara Semenanjung Arab. Iran juga menyerang Israel dan pasukan AS yang dikerahkan di Timur Tengah.
Kini, AS dan Iran memang tengah berada dalam masa gencatan senjata. Namun, perundingan damai masih belum mencapai kesepakatan apapun.
Presiden AS Donald Trump telah menolak syarat-syarat dari Iran. Dia mengatakan syarat itu tak masuk akal untuk dipenuhi AS.
Trump juga menyebut gencatan senjata AS-Iran yang diberlakukan sejak awal April dalam 'kondisi kritis'. Selain itu, dia mengaku sedang mempertimbangkan serangan baru ke Iran.
Pemerintah Iran bersikeras dengan menolak mengubah proposalnya. Perunding utama Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeluarkan ultimatum kepada AS bahwa 'tidak ada alternatif lainnya' selain menerima syarat yang diajukan Iran untuk perdamaian Timur Tengah atau menghadapi kegagalan.
(haf/haf)





