Said Didu Sebut Indonesia Sudah Swasembada Pangan

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Indonesia saat ini berada dalam kondisi swasembada pangan yang nyata dan tidak perlu diragukan lagi.

Said Didu Sebut Indonesia Sudah Swasembada Pangan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Pengamat kebijakan publik dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menegaskan Indonesia saat ini berada dalam kondisi swasembada pangan yang nyata dan tidak perlu diragukan lagi. 

Menurutnya, berbagai langkah pembenahan sektor pangan yang dilakukan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Mentan Amran, mulai menunjukkan hasil konkret di lapangan.

Baca Juga:
BSN Raup KPR FLPP Capai Rp2,7 Triliun hingga April 2026

“Jangan meragukan bahwa kita sudah swasembada pangan. Faktanya memang kita sedang menuju kondisi yang kuat dan nyata. Petani sekarang happy karena hasil dan perhatian pemerintah mulai dirasakan,” ujar Said Didu dalam Dialog Swasembada Pangan bersama Mentan Amran dikutip Kamis (14/5/2026).

Said Didu mengatakan, kemandirian pangan hanya bisa dicapai melalui dua langkah utama, yakni memberantas mafia pangan dan meningkatkan harkat serta martabat sektor pertanian. Menurut dia, langkah tersebut saat ini sedang dijalankan secara nyata oleh Mentan Amran.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Beragam, Nasdaq Naik 1,2 Persen dan Dow Jones Turun

“Saya hormat betul. Kemandirian pangan intinya ada dua, yaitu hentikan mafia pangan dan naikkan harkat serta martabat pertanian. Dan itu sedang berlangsung sekarang dilakukan oleh Mentan Amran,” katanya.

Ia menilai polemik mengenai swasembada pangan selama ini lebih banyak terjebak pada perdebatan istilah dan diksi, bukan pada substansi utama yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga:
Antisipasi Hanta Virus, Kemenkes Perketat Pengawasan Pelaku Perjalanan Internasional

“Intinya sederhana, beras tersedia dan harga tetap terjangkau. Jangan habiskan energi pada perdebatan istilah, tetapi lihat substansi dan kondisi riil di lapangan,” kata dia.

Menurut Said Didu, salah satu persoalan utama sektor pangan selama bertahun-tahun adalah ketidaksinkronan data antar lembaga. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkan sistem komando satu data dinilai sebagai terobosan penting untuk memperbaiki tata kelola pangan nasional.

“Dulu data sering berbeda-beda antar lembaga dan itu membuka ruang permainan mafia pangan. Sekarang mulai diluruskan melalui komando data satu. Ini langkah penting untuk menutup celah para pemain,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keberanian pemerintah dalam membenahi rantai distribusi dan tata kelola pangan nasional. Menurut dia, upaya pemberantasan mafia pangan menjadi fondasi penting menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Selain itu, Said Didu menilai pendekatan pemerintah saat ini berbeda karena lebih fokus merangsang petani untuk meningkatkan produksi melalui jaminan pendapatan dan penyediaan sarana produksi yang memadai.

“Saya baru kali ini melihat pendekatan yang benar-benar merangsang petani untuk berproduksi. Petani dijamin pendapatannya dan disiapkan sarana produksinya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, biaya benih untuk satu hektare sawah relatif kecil dibanding potensi hasil panen yang dapat diperoleh petani. Karena itu, menurut dia, percepatan produksi pangan bukan semata soal menaikkan produktivitas, tetapi juga mempercepat musim tanam.

“Menaikkan produksi pertanian tidak selalu harus menaikkan produktivitas, tetapi mempercepat musim tanam. Saya melihat program pompanisasi sekarang berjalan sangat baik untuk mempercepat tanam di berbagai daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Said Didu menilai kondisi geopolitik global dan tekanan ekonomi dunia saat ini membuat ketahanan pangan menjadi faktor penentu stabilitas negara. Karena itu, keberhasilan menjaga pangan nasional harus dipandang sebagai capaian strategis.

“Kalau pangan aman, negara aman. Indonesia sejahtera dan petani tertawa,” katanya.

Dia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mentan Amran yang dinilai serius menjadikan pangan sebagai prioritas nasional.

“Saya melihat ada niat baik yang kuat untuk negeri ini, terutama di sektor pangan dan penyelamatan aset negara. Ini kebijakan nyata dan langka,” ujarnya.

Menurutnya, selama stok pangan tersedia, distribusi berjalan baik, dan petani mendapatkan manfaat ekonomi, maka masyarakat tidak perlu ragu terhadap arah kebijakan pangan nasional saat ini.

“Sekali lagi, jangan meragukan swasembada pangan Indonesia. Faktanya sedang berjalan dan dirasakan langsung oleh petani,” tuturnya.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Halal Lifestyle Dinilai Mampu Perluas Inklusi Keuangan Syariah
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tragisnya Kebakaran Rumah di Sunter Jakut, Satu Keluarga Tewas saat Tidur
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Trump Puji Xi Jinping di Beijing: Anda Adalah Pemimpin yang Hebat!
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Ungkap Modus Pelaku Curas Pemotor di Jakbar, Keliling Cari Target di Tempat Sepi-Ancam Pakai Sajam
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Berdoa Sambil Rekreasi: Cara Liburan Jemaat GPDI Faithful di TMII
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.