REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Uni Emirat Arab membantah pernyataan dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa pemimpin Zionis itu diam-diam mengunjungi negara Teluk tersebut selama perang AS-Israel melawan Iran.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri menolak laporan tentang kunjungan Netanyahu ke UEA atau penerimaan delegasi militer Israel di wilayah Emirat.
Baca Juga
Nadiem tak Menyesal Terima Jabatan Sebagai Menteri
Nadiem Ungkap Kesalahan Logika Jaksa: Kenaikan Harta Rp 4,87 Bukan Hasil Korupsi, Tapi IPO GoTo
Bagaimana Kabar BoP yang Katanya Bakal Membangun Gaza?
Kementerian menekankan bahwa hubungan antara UEA dan Israel bersifat terbuka untuk publik dan diketahui dalam kerangka Perjanjian Abraham. Hubungan itu tidak didasarkan pada kerahasiaan atau pengaturan secara tersembunyi.
"Klaim apa pun mengenai kunjungan yang tidak diumumkan adalah tidak berdasar kecuali diumumkan oleh otoritas resmi Emirat," demikian dalam keterangannya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kantor Netanyahu mengeklaim kunjungan rahasia itu terjadi selama Operasi "Lion's Roar" dan menghasilkan terobosan bersejarah dalam hubungan keduanya.
Pengumuman ini menurut laporan TRT disampaikan menyusul komentar duta besar AS Mike Huckabee, yang mengatakan Israel telah mengerahkan sistem Iron Dome ke UEA selama perang meleawan Iran.
Teheran menargetkan UEA lebih dari negara lain mana pun selama konflik di kawasan Teluk yang dipicu oleh serangan AS-Israel pada bulan Februari. Meskipun gencatan senjata bulan lalu, UEA melaporkan beberapa serangan rudal dan drone dari Iran.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)