Benarkah Orang yang Berkurban Dilarang Potong Kuku dan Rambut? ini Penjelasannya

grid.id
10 jam lalu
Cover Berita

Grid.IDPenjelasan soal orang yang berkurban dilarang potong kuku dan rambut. Apa itu?

Menjelang Idul Adha 2026, banyak umat Islam mulai bersiap menunaikan ibadah kurban. Selain menentukan hewan kurban yang sesuai syariat, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk diperhatikan oleh shohibul qurban atau orang yang berkurban, salah satunya berkaitan dengan larangan memotong kuku dan rambut.

Larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang hendak berkurban kerap menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat Muslim. Apakah benar seseorang yang berniat menyembelih hewan kurban tidak diperbolehkan memotong kuku maupun rambutnya?

Bagaimana hukumnya dalam Islam? Lalu kapan larangan itu mulai berlaku?

Untuk memahami persoalan tersebut, berikut penjelasan mengenai hukum memotong kuku dan rambut bagi calon pekurban, termasuk waktu yang tepat untuk melakukannya, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.

Hukum Memotong Kuku dan Rambut bagi Orang yang Berkurban

Mengutip keterangan dari Baznas, terdapat hadits riwayat Imam Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikit pun sampai ia menyembelih kurbannya.”

Hadits tersebut menjadi dasar utama para ulama dalam menentukan ketentuan waktu memotong kuku bagi orang yang berniat berkurban.

Menurut Imam Nawawi, larangan tersebut termasuk sunnah muakkadah, yakni anjuran yang sangat ditekankan. Jika dilanggar, seseorang tidak sampai dianggap berdosa.

Namun, ada pula perbedaan pandangan. Sebagian ulama, khususnya dari mazhab Hanbali, menilai larangan ini bersifat wajib.

 

Artinya, jika seseorang tetap memotong kuku atau rambut sebelum hewan kurban disembelih, maka ia dianggap melakukan pelanggaran dan berdosa. Dengan memahami perbedaan pendapat ini, umat Islam dapat lebih jelas dalam menentukan sikap sebelum melaksanakan ibadah kurban.

Berdasarkan hadits dan penjelasan para ulama, waktu yang diperbolehkan untuk memotong kuku bagi orang yang berkurban adalah setelah proses penyembelihan selesai. Hal ini dimaksudkan agar pekurban menyerupai kondisi jamaah haji yang sedang berada dalam keadaan ihram.

Kapan Larangan Potong Kuku Mulai Berlaku?

Mayoritas ulama berpendapat larangan tersebut mulai berlaku sejak malam pertama bulan Dzulhijjah, yakni setelah matahari terbenam pada akhir bulan Dzulqa’dah. Artinya, sejak masuk waktu Maghrib penanda awal Dzulhijjah, orang yang telah berniat berkurban dianjurkan tidak lagi memotong kuku maupun rambut sampai hewan kurban disembelih.

Sebagai contoh, jika hilal Dzulhijjah terlihat pada malam Jumat, maka sejak Kamis setelah Maghrib larangan tersebut sudah berlaku bagi orang yang berniat berkurban. Namun, bila seseorang baru berniat berkurban setelah masuk 1 Dzulhijjah, maka larangan itu mulai berlaku sejak niat tersebut muncul, bukan otomatis sejak awal bulan.

Dalam praktiknya, sebagian ulama memberikan keringanan apabila memotong kuku memang diperlukan, misalnya karena kuku sudah terlalu panjang dan mengganggu aktivitas. Meski demikian, menahan diri untuk tidak memotong kuku tetap dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap sunnah dan adab menjelang ibadah kurban. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Para Menteri yang Tersangkut Korupsi
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Periksa 2 Pemilik Perusahaan Swasta, KPK Dalami Kredit Macet
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkab Nagan Raya gelar pasar murah jelang Hari Raya Idul Adha
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Purbaya Ungkap Strategi Selamatkan Rupiah: Kita Enggak Akan Buruk Seperti 98
• 20 jam laludisway.id
thumb
Industri Pulp dan Kertas Bidik RI Jadi Pemain Utama Perdagangan Karbon Global
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.