Usai Rebalancing MSCI, OJK dan BEI Fokus Perkuat Reformasi dan Transparansi Pasar

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Perdagangan saham domestik masih berlangsung secara terkendali tanpa indikasi panic selling usai pengumuman Rebalancing Indeks MSCI.

Usai Rebalancing MSCI, OJK dan BEI Fokus Perkuat Reformasi dan Transparansi Pasar (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),

menegaskan bahwa perdagangan saham domestik masih berlangsung secara terkendali tanpa indikasi panic selling usai pengumuman Rebalancing Indeks MSCI.

Baca Juga:
Indonesia Pastikan Komunikasi dengan Investor China Berlanjut, usai Terima Surat Keluhan dari Kamar

Dikutip dari keterangan pers Kamis (14/5/2026), stabilitas tercermin dari frekuensi dan volume transaksi yang relatif terjaga di tengah dinamika pasar global. Pelemahan pasar yang terjadi dipandang sebagai bagian dari proses penyesuaian portofolio investor global yang telah diantisipasi, sebelumnya, sekaligus membuka peluang karena valuasi saham menjadi lebih menarik dibandingkan

awal tahun.

Baca Juga:
Said Didu Sebut Indonesia Sudah Swasembada Pangan

Di sisi lain, keluarnya sejumlah perusahaan tercatat dari indeks MSCI Global Small Cap mencerminkan potensi peningkatan kapitalisasi pasar, meski kenaikan ke indeks yang lebih tinggi masih tertunda seiring kebijakan freeze MSCI terhadap penambahan konstituen baru dari Indonesia.

"Meski demikian, regulator dan pelaku pasar menegaskan komitmen untuk terus memperkuat transparansi, tata kelola, dan integritas pasar agar perusahaan tercatat Indonesia tetap kompetitif di indeks global," ujar Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik.

Baca Juga:
Sulit Dapatkan LPG 12 Kg, SPPG di NTT Berhenti Beroperasi Sementara

Dia juga menyampaikan bahwa pernyataan terbaru dari MSCI dipandang sebagai perkembangan positif karena dapat mengurangi salah satu unsur ketidakpastian di pasar, terutama di tengah tingginya volatilitas global akibat gejolak geopolitik, fluktuasi harga

komoditas, dan pergerakan mata uang. 

Baca Juga:
Jelang Puncak Haji di Armuzna, Jamaah Diingatkan Jaga Kondisi Fisik

Menurutnya, kepastian tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depan bersama seluruh pelaku pasar dan emiten.

Terkait hasil MSCI Review May 2026 dan metodologi free float, Jeffrey menegaskan bahwa setiap global index provider memiliki metodologi masing-masing yang berbasis faktor kuantitatif dan harus dihormati.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Beragam, Nasdaq Naik 1,2 Persen dan Dow Jones Turun

BEI menekankan fokus pada penguatan reformasi dan mekanisme pasar yang teratur, wajar, dan efisien, bukan melakukan engineering terhadap penilaian indeks, agar mendorong pemenuhan ketentuan indeks secara alami melalui penguatan fundamental pasar.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video Lama Cak Nun Viral Lagi, Pengunjung Situs Adan-Adan Kediri Naik hingga 10 Kali Lipat
• 7 jam lalurealita.co
thumb
PMUI Bagikan Dividen Rp5 per Saham, Catat Jadwalnya
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Industrialisasi Rumah Tingkat Tiga
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Krisis Selat Hormuz, OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan Minyak Global
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Duel Krusial di Parepare, Persib Harus Bermain Tanpa Tiga Figur Penting
• 10 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.