Video Lama Cak Nun Viral Lagi, Pengunjung Situs Adan-Adan Kediri Naik hingga 10 Kali Lipat

realita.co
7 jam lalu
Cover Berita

KEDIRI (Realita) - Potongan video lama budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun kembali viral di media sosial dan memicu rasa penasaran publik terhadap Situs Adan-Adan di Kabupaten Kediri.

Dalam video tersebut, Cak Nun menyebut adanya kemungkinan candi atau piramida besar yang masih tertutup tanah di wilayah Kediri. Potongan video itu kemudian ramai dibagikan di TikTok hingga membuat jumlah pengunjung Situs Adan-Adan meningkat drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Mbak Wali Soroti Tantangan Guru di Era Gadget, Dorong Pembelajaran TK Lebih Menyenangkan

Situs Adan-Adan sendiri berada di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Lokasi ini sebenarnya sudah lama dikenal warga, namun baru mulai dieksplorasi secara serius oleh tim arkeologi nasional pada 2016.

Juru pelihara situs, Irwan, mengatakan peningkatan pengunjung mulai terasa sejak awal Mei 2026 setelah video lama Cak Nun kembali ramai diperbincangkan.

“Kalau dibanding sebelumnya, peningkatannya bisa lima sampai sepuluh kali lipat. Banyak yang datang dari luar daerah seperti Jakarta, Banten, sampai Serang,” ujarnya saat ditemui di lokasi (13/5).

Menurut Irwan, sebagian pengunjung datang untuk memastikan kabar yang beredar di media sosial, sementara lainnya ingin melihat langsung situs yang disebut-sebut menyimpan kompleks percandian besar tersebut.

Dari hasil penelitian sementara, situs ini memang menyimpan banyak temuan penting. Penemuan paling ikonik berupa kepala Buddha, sepasang Makara berukuran besar, serta dua arca Dwarapala.

Ukuran Makara di Situs Adan-Adan menjadi salah satu alasan munculnya dugaan adanya kompleks percandian besar di kawasan tersebut. Tinggi Makara diperkirakan mencapai lebih dari dua meter dengan lebar sekitar satu meter.

Baca juga: Nama Yakuza Identik Mafia, Tapi di Kediri Jadi Simbol Dakwah dan Kebersamaan

“Biasanya ukuran Makara punya rasio dengan ukuran candi. Jadi kalau Makaranya sebesar ini, kemungkinan candinya juga besar,” jelas Irwan.

Berdasarkan hasil carbon dating terhadap material yang ditemukan di area situs, terdapat dua periode sejarah. Temuan utama diperkirakan berasal dari abad ke-9 hingga ke-13 atau era Kediri dan Airlangga. Namun, beberapa fragmen lain diduga berasal dari abad ke-6.

Selain ukuran situs, detail ukiran artefak juga menjadi perhatian para pengunjung dan peneliti. Pada bagian Makara ditemukan ukiran singa kecil, motif bunga, mata gajah yang presisi, hingga ornamen menyerupai sisik naga.

Tak hanya ramai dikunjungi wisatawan, situs ini juga kerap didatangi peneliti hingga pengunjung yang melakukan ritual pada malam hari.

Baca juga: Viral Larangan Fotokopi KTP-el, Dispendukcapil Kota Kediri: Tidak Benar

Di sisi lain, meningkatnya perhatian publik juga membawa tantangan tersendiri. Irwan mengaku beberapa kali terjadi upaya perusakan hingga dugaan pencurian artefak di area situs.

“Tantangan terbesar justru perusakan dan penjarahan. Pernah ada papan informasi dirusak, kursi dilempar ke area situs, bahkan ada artefak yang nyaris diambil,” ungkapnya.

Meski demikian, ia berharap meningkatnya perhatian masyarakat dapat menjadi dorongan untuk pelestarian Situs Adan-Adan yang dinilai memiliki nilai sejarah dan arkeologi penting bagi Kediri maupun Jawa Timur.nia

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBNU dan UI Menandatangani MoU Penguatan Pendidikan hingga Program Double Degree
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Polres Metro Depok Ungkap Temuan Kasus Pencurian Motor Dijual Secara Online
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
IRT Tukang Pijat di Palangka Raya Dibacok Tetangga, Kedua Tangan Nyaris Putus
• 47 menit lalurctiplus.com
thumb
Pemprov DKI Diminta Cabut Izin Tempat Karaoke di Jakbar Usai Digerebek Kasus Narkoba
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Ketatnya Perawatan Pesawat Jadi Penopang Utama Keselamatan Penerbangan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.