Babak Baru Polemik Cerdas Cermat MPR di Kalbar: Bakal Diulang

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Polemik terkait Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar yang diadakan MPR di tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 9 Mei lalu kini memasuki babak baru. Sudah ada langkah-langkah yang diambil untuk mengatasinya.

Polemik ini terjadi karena adanya juri yang malah menyalahkan jawaban benar dari SMAN 1 Pontianak pada lomba tersebut. Pada babak final, SMAN 1 Pontianak bertemu dengan SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Sanggau.

Saat itu, lomba tengah berada di sesi rebutan jawaban, dengan pertanyaan “DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?”.

Regu SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus 5 karena jawabannya dinilai salah. Namun, regu SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang sama dan justru memperoleh nilai 10 karena dianggap benar. Juri saat itu menilai artikulasi jawaban regu SMAN 1 Pontianak kurang jelas.

Berikut kumparan rangkum kabar terkini mengenai polemik itu.

Lomba Bakal Diulang, Pakai Juri Independen

Ketua MPR RI Ahmad Muzani memastikan pelaksanaan final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi di Kalimantan Barat akan digelar ulang. Keputusan tersebut diambil menyusul polemik penilaian dalam pelaksanaan lomba yang menuai sorotan publik.

Muzani mengatakan pimpinan MPR telah mendengarkan penjelasan dari Sekretaris Jenderal MPR terkait pelaksanaan lomba tersebut.

“Yang terjadi dalam Kalimantan Barat adalah final untuk memperebutkan mewakili Kalimantan Barat. Tadi kami sudah dengarkan semuanya penjelasan dari Sekretaris Jenderal dan kami semua berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang memberi perhatian sangat besar terhadap kegiatan Majelis Permusyawaratan Rakyat ini,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5).

Menurut dia, perhatian publik terhadap polemik tersebut menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemahaman konstitusi dan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi bagian dari kegiatan MPR.

“Kesadaran terhadap persoalan ini akan melahirkan konstitusi yang lahir dari bumi Indonesia. Itulah yang kami bekali hari ini dan itulah pekerjaan yang dibebankan konstitusi kepada kami,” ujarnya.

Muzani mengakui terdapat kekurangan dan kekhilafan dalam penyelenggaraan lomba di Kalimantan Barat. Karena itu, pimpinan MPR memutuskan untuk mengulang pelaksanaan babak final agar proses penilaian berjalan lebih baik dan objektif.

“Dalam kasus Kalimantan Barat, kami mengucapkan terima kasih dan kami semuanya memahami ada kekurangan, ada keterbatasan, ada kekhilafan dalam penyelenggaraan itu,” katanya.

Ia kemudian menegaskan keputusan pimpinan MPR untuk menggelar ulang final LCC tingkat Kalimantan Barat dalam waktu dekat.

“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya,” tutur Muzani.

Selain pelaksanaan ulang, MPR juga memastikan proses penjurian akan dilakukan oleh pihak independen untuk menjaga objektivitas hasil lomba.

“Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” kata Muzani.

“Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir,” lanjutnya.

Juri Cerdas Cermat di Kalbar Ditegur, Soal Sanksi Administratif Dikaji

Muzani menyatakan, pihaknya telah menegur dua juri yang terlibat dalam polemik penilaian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Kedua juri itu adalah Kepala Biro Pengkajian Konstitusi pada Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI Dyastasita Widya Budi dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni.

Selain itu, MPR mempertimbangkan kemungkinan pemberian sanksi administratif terhadap pihak terkait. Juri akan diganti dengan juri independen, bukan dari MPR pada perhelatan ulang final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar.

“Ya, dari sisi pelaksanaan, tentu pelaksanaannya adalah Sekretariat Jenderal MPR, tetapi semua juri yang terlibat adalah orang yang independen, yang tidak terlibat dalam proses kemarin. Yakni, tidak ada unsur dari Sekretariat Jenderal MPR,” kata Muzani.

Terkait tindak lanjut terhadap dua juri yang sebelumnya bertugas dalam final LCC, Muzani menyebut proses evaluasi internal masih dilakukan oleh Sekretariat Jenderal MPR.

“Itu sudah dipelajari oleh Sekjen, sedang dalam pembelajaran,” ujarnya.

Muzani tengah mempertimbangkan dan mengkaji adanya sanksi administratif terhadap kedua juri tersebut.

“Ya, nanti itu ada (sanksi administratif), ada proses yang saya harus pelajari,” katanya.

Meski demikian, Muzani memastikan dua juri tersebut sudah dipanggil dan diberikan teguran oleh Pimpinan MPR.

“Sudah. Tadi kita panggil. Sudah kita tegur,” ujar Muzani.

Ocha Cerdas Cermat Bicara, Senang Diundang ke Jakarta ke Kantor Wapres

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundang peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat dari SMAN 1 Pontianak, Ocha, untuk bertemu dirinya di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Ocha mengaku senang mendapat undangan bertemu langsung Gibran.

"Pastinya perasaan saya sangat senang karena diundang oleh Wakil Presiden Indonesia. Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," kata Ocha usai pertemuan.

Ocha tidak datang sendiri. Ia didampingi rekannya Almira Khairunnisa dan guru pendamping.

Almira menambahkan, Gibran memberikan masukan agar jangan sampai termakan isu liar terkait polemik lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar yang digelar pada 9 Mei 2026.

"Dan tidak termakan oleh isu-isu yang terus beredar yang saat ini kan mengenai kita sebagai gengsi remaja itu pasti tidak lepas dari digitalisasi seperti itu," kata Almira.

Lebih jauh, Ocha menuturkan dirinya dan rekan-rekannya diberi masukan oleh Gibran terkait public speaking khususnya berdebat.

"Tadi kami diberi motivasi dan tips and trik juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum," kata Ocha.

Juri dan MC Cerdas Cermat di Kalbar Digugat ke PN Jakpus, Diminta Minta Maaf

Juri serta MC acara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka diminta minta maaf kepada peserta yang dirugikan karena menyalahkan jawaban yang benar.

Gugatan diajukan oleh seorang David Tobing, advokat populer dengan spesialisasi di bidang perlindungan konsumen. David menyebut ada tiga pihak yang digugatnya yakni pihak MPR, juri, dan juga MC.

"Iya, tindakan Juri dan Moderator tidak benar, makanya saya sebagai Warga Negara berhak koreksi salah satunya melalui Gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Kode Register : JKT.PST-12052026HYC tanggal 12 Mei 2026," kata David dalam keterangannya kepada wartawan dikutip pada Rabu (13/5).

Gugatan diajukannya secara perdata. Dia menilai perbuatan para tergugat merupakan Perbuatan Melawan Hukum yang melanggar Pasal 1365 KUHPerdata yang berbunyi:

"Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, menggantikan kerugian tersebut".

Menurut David, tindakan juri dan MC sangat bertentangan dengan prinsip profesionalitas dan objektivitas, asas kepatutan, kehati-hatian, dan sportivitas dalam kompetisi.

Mantan Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) ini juga menyoroti soal hak peserta untuk memperoleh perlakuan yang adil serta kewajiban penyelenggara untuk menjamin pelaksanaan lomba yang transparan dan akuntabel.

"Sangat jelas juri dan MC ini tidak hati-hati bertentangan dengan profesionalitas sehingga menimbulkan ketidakadilan dalam Lomba Cerdas Cermat sehingga layak dihukum oleh Pengadilan," ucap David.

"Gugatan ini sebagai dukungan bagi generasi penerus untuk berani bersuara dan mengungkapkan kebenaran, dan juga sebagai wujud perhatian serta dorongan kepada murid agar merdeka berpendapat," sambungnya.

Soal gugatan itu, Ketua MPR Muzani mengaku belum mengetahui secara rinci isi gugatan yang diajukan oleh pihak penggugat.

“Saya belum mendengar,” kata Muzani.

Saat ditanya mengenai kemungkinan langkah yang akan diambil MPR atas gugatan tersebut, Muzani mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mempelajari substansi gugatan.

“Ya, nanti kita lihat gugatannya apa yang digugat dan apa pokok permasalahannya,” kata dia.

Sementara Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah, menyampaikan pihaknya baru menerima informasi terkait adanya gugatan tersebut.

“Ah, ini juga, kami baru terinfo, jadi nanti akan kami pelajari dulu,” ungkapnya.

Kami Menghitung Poin Cerdas Cermat MPR Kalbar Jika Tak Ada Polemik, Ini Hasilnya

kumparan mencoba menghitung poin apabila tidak terjadi kesalahan tersebut. Berikut adalah hasilnya.

SMAN 1 Pontianak Seharusnya Menang

Lomba itu digelar dalam tiga sesi. Dari hasil ketiga sesi tersebut, SMAN 1 Sambas menang dengan perolehan 90 poin. Lengkapnya adalah:

Sesi 1

SMAN 1 Sanggau 35 poin

SMAN 1 Sambas 50 poin

SMAN 1 Pontianak 50 poin

Sesi 2

SMAN 1 Sanggau 15 poin

SMAN 1 Sambas 20 poin

SMAN 1 Pontianak 20 poin

Sesi 3

SMAN 1 Sanggau -5 poin

SMAN 1 Sambas 20 poin

SMAN 1 Pontianak 0 poin

Total

SMAN 1 Sanggau 45 poin

SMAN 1 Sambas 90 poin

SMAN 1 Pontianak 70 poin

Jika juri membenarkan jawaban SMAN 1 Pontianak, maka perolehan poin akan sangat berbeda. Bahkan, seharusnya SMAN 1 Pontianak menang dengan perolehan 85 poin. Berikut adalah hasilnya:

Sesi 1

SMAN 1 Sanggau 35 poin

SMAN 1 Sambas 50 poin

SMAN 1 Pontianak 50 poin

Sesi 2

SMAN 1 Sanggau 15 poin

SMAN 1 Sambas 20 poin

SMAN 1 Pontianak 20 poin

Sesi 3

SMAN 1 Sanggau -5 poin

SMAN 1 Sambas 10 poin

SMAN 1 Pontianak 15 poin

Total

SMAN 1 Sanggau 45 poin

SMAN 1 Sambas 80 poin

SMAN 1 Pontianak 85 poin

Terlihat selisih poin antara SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak sangat tipis. Namun, SMAN 1 Pontianak seharusnya keluar sebagai pemenang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Xi Jinping Sambut Hangat Trump di Balai Besar Rakyat Beijing
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa Bandung 14 Mei 2026
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gurih-Manis, Pilihan Ayam Goreng Baru buat yang Gak Suka Pedas
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Edukasi Investasi, Mahasiswa UPN Veteran Pelajari Operasional dan Praktik Keberlanjutan Astra Agro
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Aturan Jalur Domisili SPMB SMA/SMK 2026 Jawa Timur: Kuota, Syarat, hingga Sistem Pemeringkatan
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.