Malang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jawa Timur, menyelidiki temuan limbah medis diduga berupa jarum suntik yang berserakan di saluran irigasi dekat Perumahan Emerald Garden, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Rabu 13 Mei 2026. Limbah medis tersebut ditemukan warga dalam kondisi tersangkut di aliran air dan sebagian masih terbungkus plastik.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan pihaknya masih menelusuri asal limbah medis tersebut. Dinkes juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait karena limbah medis masuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3).
“Kalau limbah medis itu seharusnya memang sudah ada prosedur pembuangannya. Di masing-masing fasilitas kesehatan, terutama Puskesmas, itu sudah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengelolaan limbah medis,” ujar Husnul, Kamis 14 Mei 2026.
Petugas memeriksa temuan limbah medis diduga berupa jarum suntik yang berserakan di saluran irigasi dekat Perumahan Emerald Garden/DLH Kota Malang.
Menurut Husnul, seluruh fasilitas kesehatan telah memiliki mekanisme pengelolaan limbah medis sesuai aturan yang berlaku. Limbah medis semestinya tidak dibuang sembarangan karena penanganannya wajib melalui pihak berizin.
“Kita masih berkoordinasi, limbah medis itu dari mana juga belum tahu,” kata Husnul.
Husnul menegaskan penanganan limbah medis telah diatur dalam regulasi khusus terkait limbah B3. Karena itu, Dinkes akan melibatkan instansi lain, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, untuk mendalami kasus tersebut.
“Nanti kita koordinasi dengan beberapa pihak terkait. Penanganan limbah B3 ini mempunyai regulasi,” ucap Husnul.
Baca Juga :
RSBP Batam Olah Limbah Medis Jadi Paving Block“Namanya limbah B3, tentu berbahaya dan beracun. Dampaknya bisa ke pribadi maupun lingkungan. Sehingga nanti kita telusuri dengan koordinasi bersama pihak-pihak terkait,” ujar Husnul. Warga Khawatir Limbah Medis Melukai Anak-Anak Sementara itu, warga sekitar mengaku resah dengan keberadaan limbah medis di saluran irigasi dekat permukiman. Mereka khawatir jarum suntik tersebut dapat melukai warga, terutama anak-anak yang sering bermain di sekitar lokasi.
Salah satu warga, Dwi Frananto, mengaku menemukan benda menyerupai alat suntik saat melintas di sekitar irigasi. Ia mengaku tidak mengetahui apakah alat medis tersebut sudah digunakan atau belum.
“Tadi kebetulan lewat jalan ini, terus lihat ada suntikan. Tapi enggak tahu ini bekas dipakai atau belum,” kata Dwi.
Menurut Dwi, limbah medis tersebut perlu segera ditangani agar tidak membahayakan masyarakat sekitar. Ia berharap pemerintah segera melakukan pembersihan sekaligus menelusuri asal pembuangan limbah medis tersebut.
“Takutnya kena anak-anak yang sering main di sekitar sini. Ini kan berbahaya kalau sampai tersentuh,” kata Dwi.
Lurah Bumiayu, Mutho Sobirin, membenarkan adanya temuan limbah medis di wilayahnya setelah menerima laporan warga sekitar pukul 10.30 WIB. Pihak kelurahan kemudian langsung berkoordinasi dengan DLH Kota Malang untuk melakukan penanganan di lokasi.
“Kami mendapat laporan dari warga bahwa di irigasi sawah menuju Perumahan Emerald Garden terdapat beberapa alat medis yang seharusnya tidak dibuang di saluran irigasi,” ujar Mutho.
DLH Kota Malang disebut telah melakukan penanganan awal dengan mengamankan limbah medis tersebut sesuai prosedur. Limbah itu nantinya akan dibuang mengikuti standar operasional penanganan limbah B3.
“Kami sudah melaporkan ke tim DLH dan langsung dilakukan penanganan. Limbah medis itu nantinya diamankan dan dibuang sesuai prosedur dan SOP yang ada,” jelas Mutho.




