Ditjen Bina Adwil Matangkan Smart City di Indonesia Sesuai Karakter Daerah

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri memperkuat koordinasi nasional menjelang pelaksanaan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting di Cebu, Filipina, pada Juli 2026.

Dalam rapat koordinasi persiapan keikutsertaan Indonesia pada forum tersebut, Ditjen Bina Adwil menegaskan bahwa pengembangan smart city di Indonesia harus disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, serta potensi masing-masing daerah.

BACA JUGA:BNPP RI Pastikan Program Peningkatan 15.000 RTLH Tepat Sasaran untuk Warga Perbatasan

Hal tersebut disampaikan oleh  Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, yang di wakili oleh Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Dr. Drs. Amran, M.T., saat membacakan keynote speech dan paparan dalam rapat koordinasi persiapan menghadiri The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026.

Menurut Amran, pembangunan kota cerdas tidak harus meniru daerah maupun negara lain, sebab setiap wilayah memiliki tantangan, kondisi sosial, serta karakteristik yang berbeda.

“Smart city bukan soal menyeragamkan teknologi, tetapi bagaimana inovasi yang dibangun mampu menjawab kebutuhan masyarakat sesuai konteks daerah masing-masing,” ujarnya.

BACA JUGA:Kemendagri Klarifikasi Isu Larangan Fotokopi KTP-el, Tetap Berlaku untuk Layanan Publik

Ditjen Bina Adwil mencatat sejumlah kota anggota ASCN Indonesia telah menghadirkan inovasi pelayanan publik digital yang inklusif.

Jakarta mengembangkan layanan publik digital terintegrasi, Banyuwangi melalui program Smart Kampung, Makassar dengan layanan publik berbasis teknologi, serta Sumedang melalui penguatan digitalisasi desa.

Selain itu, Semarang berhasil mengembangkan strategi kota tangguh berbasis mitigasi risiko, sementara Denpasar memperkuat pariwisata digital dan ekonomi kreatif yang didukung konsep green mobility serta pelestarian budaya lokal.

BACA JUGA:Kemendagri Siapkan Aturan Teknis Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Dorong Percepatan EV di Indonesia

Ditjen Bina Adwil menegaskan, keberhasilan smart city tidak diukur dari kecanggihan teknologi semata, melainkan sejauh mana inovasi tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas akses layanan publik, serta menciptakan tata kelola perkotaan yang efektif dan berkelanjutan.

Melalui partisipasi dalam forum ASCN 2026, Indonesia optimistis dapat menghadirkan model pengembangan kota cerdas yang inklusif, adaptif, dan relevan, sekaligus menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di kawasan ASEAN.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Pamer Gaji Hakim Naik 280%, Kalahkan Malaysia dan Singapura
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BGN Sebut SLHS Jaminan Higiene Makanan, Bukan Dokumen Formalitas
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Ketua Komisi VIII Beberkan Catatan Timwas Haji DPR 2026 Jelang Pengawasan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Ancam Balik AS! Ungkap Opsi Capai Level Nuklir Senjata Apabila Terus Ditekan Trump
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Ketika Prabowo Senang Melihat Penyerahan Uang Rp 10,2 Triliun dari Kejagung
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.