Menkomdigi Janji Terus Perangi Akses Judol Usai Ratusan Ribu Anak Terpapar

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI Meutya Hafid menegaskan bahwa pihaknya akan terus gencar memblokir situs dan konten judi online.

"Kami akan terus memerangi aksesnya. Tapi kalau pelakunya tidak ditindak tegas, situs baru akan terus muncul," kata Meutya dalam kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol-Jauhi Judol, Anak Medan Pilih Masa Depan, dikutip dari keterangan pers, Kamis (14/5/2026).

Meutya menekankan perlu kerja sama lintas sektor yang lebih kuat untuk memberantas judol di Indonesia. 

Ia menyebutkan, Kementerian Komdigi membutuhkan dukungan dari Polri, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dan seluruh platform digital untuk meemrangi judi online.

Baca juga: Menteri Komdigi Meutya Hafid Ungkap 80 Ribu Anak di Bawah Usia 10 Tahun Jadi Korban Judi Online

Meutya menyoroti maraknya iklan judi online di media sosial yang semakin agresif menyasar pengguna Indonesia.

Oleh karena itu, Komdigi telah meminta platform Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube untuk bertanggung jawab lebih besar dengan menurunkan konten tersebut.

"Judi online dilarang di Indonesia. Semua pihak harus punya tanggung jawab moral dan hukum yang sama," tutur Meutya.

Sebelumnya, Meutya mengungkapkan bahwa hampir 200.000 anak-anak Indonesia telah terpapar judi online alias judol di medsos, termasuk sekitar 80.000 anak di bawah 10 tahun.

Baca juga: Menkomdigi Ungkap Hampir 200.000 Anak Indonesia Terpapar Judi Online

Menurut dia, angka tersebut semestinya menjadi alarm serius bagi masa depan generasi bangsa akan bahayanya media digital.

"Judi online bukan sekadar hiburan digital, melainkan ancaman serius yang merusak ekonomi keluarga, memicu kekerasan rumah tangga, memecah belah hubungan sosial, dan menghancurkan masa depan anak-anak," ucap Meutya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Politikus Partai Golkar mengatakan, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas, dan keluarga juga menjadi sangat strategis dalam membangun budaya anti-judi online.

"Terutama para ibu dan seluruh keluarga, jadilah benteng utama di rumah. Lindungi anak-anak kita dari bahaya judi online sejak dini. Tolak judol, jaga keluarga, selamatkan masa depan anak," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Temui Xi Jinping di Beijing, Trump Diskusi soal Isu Dagang hingga Teknologi
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Bentuk Mitigasi Risiko, Dana Perlindungan Pengguna Aset Kripto Dinilai Penting
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sinopsis Drama Korea Gold Land, Simak Kisah Park Bo Young yang Terjebak Lingkaran Mafia Kasino
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Potret Daya Beli Warga Melemah, Warung Kecil Ikut Terdampak
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bulan Depan, Prabowo Akan Berikan Rakyat Indonesia Rp49 Triliun
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.