WHO Mencatat Tak Ada Laporan Kematian Baru Imbas Hantavirus Sejak 2 Mei

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

World Health Organization (WHO) mencatat tidak ada laporan kematian baru imbas wabah Hantavirus sejak 2 Mei 2026 lalu, sedangkan risiko kesehatan masyarakat global tetap rendah.

Melansir Antara, Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal WHO menerangkan, total ada 11 kasus telah dilaporkan ke WHO hingga 12 Mei.

Menurut Ghebreyesus, delapan dari kasus tersebut telah dikonfirmasi secara laboratorium sebagai infeksi yang disebabkan virus Andes.

Untuk diketahui, Hantavirus adalah penyakit langka yang biasanya ditularkan melalui hewan pengerat yang terinfeksi atau kotorannya, meski strain yang bertanggung jawab atas wabah ini, virus Andes, juga dapat menyebar antar manusia melalui kontak dekat yang berkepanjangan, seringkali di lingkungan tertutup.

Dia menambahkan bahwa satu kasus tambahan masih dalam pengujian laboratorium lebih lanjut.

“WHO terus menilai risiko terhadap populasi global sebagai rendah,” kata Ghebreyesus.

Kepala WHO itu juga mengatakan bahwa badan tersebut tetap menjalin kontak erat dengan para ahli dari semua negara yang terlibat dan terus menerima laporan kesehatan mingguan mengenai penumpang dan anggota kru melalui saluran resmi Peraturan Kesehatan Internasional.

Ghebreyesus mengatakan upaya koordinasi internasional tetap berlangsung untuk mendukung langkah-langkah yang bertujuan melindungi kesehatan masyarakat.

Semenatara itu, WHO juga memastikan wabah hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius tidak diperkirakan berkembang menjadi epidemi besar seperti pandemi Covid-19.

Abdirahman Mahamud Direktur Operasi Kewaspadaan dan Respons Darurat Kesehatan WHO mengatakan, penyebaran virus saat ini terjadi dalam lingkungan terbatas dengan kontak erat berkepanjangan antarindividu.

“Ini merupakan situasi spesifik dan terbatas, di mana orang-orang berinteraksi dalam kontak dekat dalam waktu lama,” kata Mahamud kepada wartawan di Jenewa, Kamis (7/5/2026) yang dikutip Anadolu.

Menurut WHO, hingga kini terdapat lima kasus terkonfirmasi yang melibatkan virus Andes, salah satu jenis hantavirus yang dalam kasus langka dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan.

Meski demikian, WHO menilai risiko penyebaran luas masih rendah. “Kami tidak memperkirakan akan terjadi epidemi besar dengan pengalaman yang dimiliki negara-negara anggota dan tindakan yang telah mereka lakukan,” ujarnya.

WHO menegaskan pasien yang terkonfirmasi positif harus tetap menjalani isolasi. Sementara orang yang memiliki kontak erat diminta menjalani pemantauan aktif hingga 42 hari.

Penerapan pengawasan tersebut bisa berbeda di tiap negara, mulai dari karantina khusus, hingga pemantauan kesehatan harian oleh petugas medis.

Maria Van Kerkhove Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO menekankan wabah hantavirus ini sangat berbeda dibanding pandemi Covid-19. “Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal dari pandemi Covid,” tegasnya.

Ia menjelaskan hantavirus tidak menyebar seperti virus corona. Sebagian besar hantavirus ditularkan melalui tikus, termasuk dari air liur, urine, atau kotorannya. Penularan antarmanusia disebut juga sangat jarang terjadi.(ant/kir/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bung Ropan Sebut Kurniawan Levelnya Jauh Dibanding Nova Arianto Usai Garuda Muda Gagal Melaju Final Piala Dunia U-17
• 53 menit laluviva.co.id
thumb
Terbongkar Merkuri Ilegal di Jakut Bikin Rugi Negara Puluhan Miliar
• 17 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Pamer Gaji Hakim Naik 280%, Kalahkan Malaysia dan Singapura
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 Stabil Hari Ini
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemerintah-BI Perkuat Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi Melalui GPIPS
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.