Harga Minyak Stabil Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, Pasar Pantau Konflik Iran

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pelaku pasar menanti sinyal terkait perkembangan konflik Iran yang masih membayangi pasokan energi global.

Harga Minyak Stabil Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, Pasar Pantau Konflik Iran (Foto: dok AP)

IDXChannel - Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan Kamis (14/5/2026) di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

Pelaku pasar menanti sinyal terkait perkembangan konflik Iran yang masih membayangi pasokan energi global.

Baca Juga:
Trump Tolak Respons Iran, Harga Minyak Bertahan di Atas USD100 

Melansir Investing, kontrak Brent untuk pengiriman Juli naik tipis 0,1 persen ke level USD105,68 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 0,1 persen menjadi USD101,08 per barel.

Meski sempat terkoreksi lebih dari 1 persen pada perdagangan sebelumnya, harga minyak masih berada dalam tren penguatan mingguan yang cukup tajam.

Baca Juga:
Harapan Damai AS-Iran Memudar, Harga Minyak Dunia Terbang 3 Persen

Fokus utama pasar tertuju pada pertemuan Trump dan Xi Jinping yang diperkirakan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari ketegangan perdagangan, Taiwan, hingga konflik Iran yang telah mengganggu arus energi global.

Investor berharap China sebagai importir minyak terbesar dunia dapat memainkan peran diplomatik dalam meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Baca Juga:
Kunjungan Trump ke China Berisiko Tinggi, Bagaimana Nasib Harga Minyak?

Harga minyak masih bertahan di atas USD100 per barel seiring kekhawatiran pasar terhadap gangguan distribusi energi melalui Strait of Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

International Energy Agency (IEA) sebelumnya memperingatkan pasar minyak global berpotensi mengalami kekurangan pasokan sepanjang sebagian besar 2026 akibat perang Iran dan penurunan ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Di sisi lain, OPEC juga memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2026 karena dampak konflik geopolitik dan lonjakan harga bahan bakar, meski tetap mempertahankan outlook pertumbuhan ekonomi global.

Pasar juga masih mencermati arah diplomasi Washington terhadap Teheran. Pernyataan Trump awal pekan ini yang menyebut gencatan senjata berada dalam kondisi massive life support membuat harapan tercapainya perdamaian cepat kembali memudar.

Sementara itu, harga minyak turut mendapat sentimen positif dari penurunan cadangan minyak mentah AS.

Data pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah turun 4,3 juta barel pada pekan lalu, lebih besar dibanding ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sekitar 2 juta barel.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dorong Proyek Strategis, Fundamental Bisnis ANTAM Makin Solid
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
17 Klub Super League Lolos Club Licensing, Kecuali PSBS Biak
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Izin Karaoke di Jakbar yang Digerebek Dinilai Perlu Dicabut demi Efek Jera
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Banyak Lansia Berhaji Tanpa Pendamping, Kemenhaj Pastikan Petugas Siap Bantu
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kembangkan JIS Sebagai Stadion Bola dan Tempat Konser, Jakarta Belajar dari Stadion di Italia
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.