Menjelang pertemuan Trump-Xi, pengamanan dan persiapan logistik pihak Amerika Serikat terlihat meningkat secara signifikan. Sejumlah pesawat angkut C-17 dan kendaraan Dinas Rahasia AS telah tiba di Beijing. Publik juga berspekulasi bahwa Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan menginap di hotel berbeda selama kunjungannya. Pengamat politik, Heng He, menilai langkah tersebut melibatkan berbagai pertimbangan keamanan.
EtIndonesia. Trump dijadwalkan mengunjungi Tiongkok pada 13 hingga 15 Mei. Menjelang kunjungan itu, pengamanan dan dukungan logistik dari pihak AS tampak ditingkatkan secara besar-besaran.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa pesawat angkut militer AS C-17 baru-baru ini mendarat di Beijing. Di jalan-jalan Beijing juga terlihat kendaraan milik Dinas Rahasia AS, menandakan bahwa pihak AS telah lebih dulu mengirimkan perlengkapan keamanan dan logistik dalam jumlah besar.
Heng He mengatakan bahwa kali ini pihak AS hampir memindahkan seluruh sistem perlindungan keamanan lengkap ke Tiongkok.
“Disebut-sebut ini adalah skala konvoi terbesar yang pernah dibawa Amerika Serikat, artinya mereka memindahkan seluruh konvoi, sistem pertahanan, dan sistem perlindungan keamanan ke sana,” ujarnya.
Pada saat yang sama, muncul spekulasi bahwa Trump kemungkinan tidak akan menginap di The St. Regis Beijing, hotel yang biasa digunakan presiden-presiden AS saat berkunjung ke Tiongkok, melainkan memilih Four Seasons Hotel Beijing.
Menurut Heng He, keputusan tersebut terutama didasarkan pada dua pertimbangan utama: keamanan pribadi dan keamanan intelijen.
“Jika hotel diganti secara mendadak, itu berarti pihak mereka sudah memiliki seluruh pengaturan sendiri dan tidak memberi kesempatan kepada pihak lain untuk melakukan persiapan sebelumnya,” katanya.
Heng He juga menyoroti bahwa situasi di Timur Tengah masih tegang. Selama kunjungan ke Tiongkok, Trump perlu tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah AS, militer, dan Komando Pusat AS, sehingga keamanan komunikasi menjadi isu yang sangat penting.
Ia mengatakan: “Pihak AS pada dasarnya menempatkan sebuah pusat komando di sana. Karena itu, risiko penyadapan informasi menjadi masalah besar. Jika lokasi diganti secara mendadak, sekalipun ada perangkat penyadapan, kemungkinan tidak akan sekomplet yang ada di Hotel St. Regis atau fasilitas pengumpulan intelijen lainnya.”
Heng He juga membandingkan perbedaan tujuan pengamanan antara pejabat tinggi AS dan pejabat tinggi PKT saat melakukan kunjungan luar negeri.
Menurutnya, pengamanan presiden AS lebih difokuskan pada ancaman terorisme atau ancaman keselamatan nyata, sedangkan pengamanan pejabat tinggi PKT lebih banyak ditujukan untuk mencegah pemimpin mereka melihat aksi protes, demonstran, atau spanduk kritik di luar negeri.
“PKT berusaha mencegah kelompok warga negaranya sendiri yang melakukan protes di luar negeri, sedangkan Amerika benar-benar mempertimbangkan faktor keamanan. Ini sepenuhnya berbeda. Presiden AS tidak takut pada demonstrasi, sedangkan pemimpin PKT takut terhadap protes. Itu perbedaannya,” katanya.
Menjelang kunjungan Trump, Four Seasons Hotel Beijing telah menghentikan pemesanan kamar untuk umum selama masa kunjungan berlangsung. Selain itu, Temple of Heaven juga ditutup sementara karena terkait agenda kunjungan tersebut.
Laporan NTDTV oleh reporter Zheng Shengxun dari Amerika Serikat.





