Palang elektronik dipasang di perlintasan rel kereta api (KA) di dekat Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Pemasangan palang otomatis itu bagian dari percepatan penanganan perlintasan sebidang yang juga dilakukan di daerah lain.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan percepatan penataan perlintasan saat ini menjadi bagian penting dalam penguatan sistem keselamatan transportasi berbasis risiko.
"Perlintasan sebidang merupakan titik yang mempertemukan perjalanan kereta api dan mobilitas masyarakat dalam waktu bersamaan. Karena itu penanganannya perlu dilakukan lebih cepat, terukur, dan terintegrasi agar ruang keselamatan di lapangan semakin baik," kata Anne dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Palang pintu perlintasan baru yang saat ini masih dalam tahap penyempurnaan dan uji coba operasional sebagai bagian dari penguatan pengamanan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Selama proses penyempurnaan fasilitas di kawasan Ampera berlangsung, pengamanan perjalanan kereta api masih dilakukan menggunakan palang pintu lama yang tetap difungsikan. Selain itu, pengamanan sementara juga didukung melalui swadaya masyarakat sambil menunggu pembangunan pos jaga dan penempatan petugas resmi.
Menurut Anne, kolaborasi di lapangan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan selama proses peningkatan fasilitas berlangsung. Keberadaan fasilitas keselamatan juga perlu diikuti dengan disiplin pengguna jalan saat melintas di area perlintasan.
"Kami mengajak masyarakat untuk lebih disiplin saat melintas di perlintasan sebidang, tidak menerobos palang pintu, berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, serta memastikan kondisi aman sebelum melanjutkan perjalanan," jelas Anne.
KAI bersama pemerintah daerah (pemda) dan para pemangku kepentingan di berbagai wilayah berupaya meningkatkan keamanan pengguna jalan di titik-titik perpotongan jalur rel dan jalan raya.
(jbr/idh)





