TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Reptiler Teguh (33) meminta warga tidak sembarangan menangkap ular, terutama jenis berbisa seperti king kobra.
Ia menyampaikan, king kobra merupakan jenis ular yang sangat membahayakan keselamatan warga.
"Ularnya gede dan itu emang agresif banget, mengejar dia itu kan," ujar Teguh saat dihubungi Kompas.com via WhatsApp, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Polisi Sita 1.156 Narkotika Happy Water dari Empat Lokasi di Jakut
Menurut Teguh, banyak warga melakukan kesalahan dengan mencoba menangkap ular tanpa memahami jenis maupun karakter hewan tersebut.
Padahal, kesalahan saat memegang atau menangkap ular bisa berakibat fatal, terlebih jika ular tersebut berbisa.
Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus dilakukan warga saat menemukan ular adalah tetap tenang dan tidak memancing kepanikan.
Menurut dia, ular liar umumnya tidak akan menyerang apabila tidak merasa terganggu.
"Lebih baik biarkan saja, kalau memang di luar rumah, ya abaikan saja gitu," kata dia.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mengerumuni ular karena kondisi tersebut dapat membuat hewan menjadi agresif atau panik.
Namun, apabila ular masuk ke dalam rumah, kantor, atau ruangan tertutup lainnya, warga disarankan segera menghubungi petugas yang berpengalaman menangani reptil.
Baca juga: Usai Operator Lama Disegel, Dishub DKI Cari Pengelola Baru Parkir Blok M Square
“Kalau memang posisi ular di dalam rumah atau kantor, mungkin bisa panggil pemadam atau BPBD,” kata dia.
Tidak hanya itu, warga juga dapat meminta bantuan reptiler atau pawang ular agar proses evakuasi dilakukan secara aman.
“Lebih cepat lagi bisa panggil orang yang terbiasa di bidangnya," jelas dia.
Adapun penanganan ular berbisa seperti king kobra tidak boleh dilakukan sembarangan karena hewan tersebut memiliki karakter agresif dan jangkauan serangan yang cukup jauh.
"Ternyata jarak serangannya itu sampai tiga kali loncatan gitu. Tiga kali loncatan itu bisa dua sampai tiga meter," jelas Teguh.
Oleh sebab itu, saat proses evakuasi dilakukan, ia membutuhkan waktunya cukup lama karena harus menenangkan terlebih dahulu kondisi ularnya.
"Harus tenang dulu ularnya, mencari momen biar tenang," ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



