Menkomdigi: 200 Ribu Anak Terpapar Judol, 10 Ribu di Bawah 10 Tahun

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan hampir 200 ribu anak Indonesia telah terpapar judi online (judol) termasuk sekitar 80 ribu anak di bawah 10 tahun. Angka ini menjadi alarm serius bagi masa depan generasi bangsa.

Meutya menegaskan judol bukan sekadar hiburan digital, melainkan ancaman serius yang merusak ekonomi keluarga, memicu kekerasan rumah tangga, memecah belah hubungan sosial, dan menghancurkan masa depan anak-anak.

Baca Juga
  • Pelecehan Seksual Santriwati di Jepara Terbongkar Lantaran 'Bocorhnya' Pesan WA Porno
  • Laporan: Perusahaan China Secara Rahasia Jual Senjata ke Iran
  • Pemprov Jakarta Bakal Gandeng Pengelola San Siro Benahi Tata Kelola JIS
“Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang. Karena itu, kita semua harus menjadi garda edukasi, saling mengingatkan, serta melindungi keluarga dan anak-anak kita dari maraknya praktik ilegal ini,” kata Meutya dalam keterangannya pada Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, pemberantasan judi online tidak cukup hanya dengan memutus akses dan penindakan hukum semata. Pemerintah terus memperkuat literasi digital dan melibatkan seluruh masyarakat sebagai benteng utama pencegahan.

.rec-desc {padding: 7px !important;} “Kita tidak hanya menutup akses atau melakukan takedown. Yang terpenting adalah menjangkau masyarakat luas dengan fakta-fakta ini, sehingga kesadaran tumbuh dari dalam keluarga dan komunitas,” ujarnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BSN Raup KPR FLPP Capai Rp2,7 Triliun hingga April 2026
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Final LCC Empat Pilar Kalimantan Barat Digelar Ulang, Ketua MPR: Juri yang Terlibat Orang yang Independen
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Momen Haru saat Nadiem Peluk dan Rangkul Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Penjara
• 20 jam laludetik.com
thumb
Trend Terpopuler: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Curhat di Media Sosial, hingga Kiai Ashar Panggil Dua Wanita Satu Malam
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Menteri Arifah Ajak Perempuan Jadi Agen Perubahan di Ruang Digital
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.