Bea Cukai Soetta Diduga Intimidasi Ibu Bawa Mainanan Kartu Pokémon hingga Menangis

eranasional.com
7 jam lalu
Cover Berita

Tangerang, ERANASIONAL.COM – Seorang wanita berinisial JS (28) mengaku mengalami perlakuan yang membuatnya trauma saat menjalani pemeriksaan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta usai pulang berlibur dari Guangzhou, China, Rabu (13/5/2026).

JS mengaku diperiksa secara intensif oleh petugas Bea Cukai lantaran membawa sejumlah mainan kartu dan stiker Pokémon yang disebut sebagai oleh-oleh untuk anak-anaknya.

Menurut pengakuannya, koper miliknya sudah ditandai sejak pengambilan bagasi dan diarahkan masuk ke jalur pemeriksaan red line.

Saat itu, petugas langsung membongkar isi koper dan mempertanyakan invoice atau nota pembelian barang-barang yang dibawanya.

“Awalnya koper besar saya dibuka, isinya mainan Pokémon dan stiker. Saya kasih invoice pembelian, tapi mereka tidak percaya dengan harga yang tertera,” ujar JS.

Pemeriksaan kemudian berlanjut ke koper kabin yang disebut berisi hampir 90 persen koleksi Pokémon. Banyaknya barang membuat petugas semakin curiga dan mulai mempertanyakan detail perjalanan JS, mulai dari kapan berangkat, kapan pulang, hingga tujuan dirinya ke Guangzhou.

Tak berhenti di situ, petugas juga disebut mengecek harga satu per satu mainan Pokémon melalui internet karena menganggap harga pada nota tidak sesuai dengan harga pasaran.

“Petugas lain datang ikut cek harga Pokémon karena katanya ada yang nilainya mahal,” ucapnya.

JS lalu diarahkan ke kantor Bea Cukai bersama seluruh barang bawaannya. Di ruangan tersebut, ia mengaku harus menghadapi beberapa petugas yang terus memeriksa dan memfoto barang-barangnya sambil membandingkan harga pasar.

Meski telah menunjukkan nota pembelian serta foto-foto saat membeli barang di pasar mainan Guangzhou, petugas disebut tetap meragukan pengakuannya.

“Saya sudah bilang itu buat oleh-oleh anak-anak saya. Saya juga tunjukkan bukti foto saat beli di pasar, tapi tetap dicek satu-satu. Saya sampai nangis karena panik dan lama banget ditahan di sana,” ungkapnya.

JS mengaku sempat merasa ditekan ketika salah satu petugas meminta dirinya berkata jujur terkait harga asli barang-barang tersebut.

“Petugas sempat bilang, ‘Ibu jujur saja belinya berapa, nanti saya bantu’. Tapi saya tetap bilang saya belinya di pasar dan sesuai nota,” tuturnya.

Pada akhirnya, JS diperbolehkan membawa barang-barangnya pulang setelah mendapat “edukasi” dari petugas terkait ketentuan barang bawaan penumpang yang dianggap tidak lagi masuk kategori personal use.

Sementara itu, KV (33), suami JS, mengaku geram dan tidak terima istrinya diperlakukan seperti itu hingga menangis di bandara.

“Saya tidak terima istri saya sampai dibuat nangis di bandara seperti itu. Kalau memang ada biaya atau pajak yang harus dibayarkan, tinggal disebut saja. Kenapa harus diperlakukan seperti itu?” kata KV kepada ERANASIONAL.COM, Minggu (14/5/2026).

KV bahkan menilai prosedur pemeriksaan yang dilakukan petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta terkesan janggal dan menimbulkan kecurigaan adanya dugaan tindakan tidak profesional.

“Ini aneh SOP-nya seperti ini. Jangan sampai muncul dugaan pungli atau tindakan tidak menyenangkan terhadap penumpang,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kepala Beacukai Bandara Soekarna Hatta, Hengky Aritonang belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi.

“Sementara, kami akan cek terlebih dahulu untuk yang shift jaga kemarin, hari ini, Maaf! saya sedang ada Ibadah, nti dikabarkan.” Balasnya melalui pesan singkat Whasapp.

[SF]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Thailand Open 2026: Belum Maksimal, Dejan/Bernadine Tetap ke Babak Kedua
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Daftar Lengkap Pemenang The 10th Huawei ICT Competition Asia Pacific
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Xi Jinping ke Trump: Kita Harus Jadi Mitra, Bukan Rival
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi Minta Maaf Usai Viral Merokok hingga Main Game saat Rapat
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
KPK Duga Fadia Arafiq Terima Gratifikasi Melalui Ajudan
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.