KNEKS: Keuangan Syariah Mulai Dilirik Non-Muslim

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Keuangan syariah dinilai tidak hanya diminati masyarakat Muslim. Sejumlah kalangan non-Muslim mulai melirik layanan keuangan syariah karena dianggap lebih dekat dengan prinsip etis, transparan, serta penggunaan dana yang jelas.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat mengatakan, ekonomi syariah seharusnya dipahami sebagai sistem yang terbuka dan bersifat universal. Menurut dia, konsep syariah tidak semata berbicara mengenai agama, tetapi juga kebermanfaatan serta pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.

Baca Juga
  • KNEKS: Layanan Syariah Jangan Cuma Jual Label Halal
  • Bangun Ekonomi Syariah dengan Bonus Demografi Generasi Muda

“Kalau ingin mempromosikan syariah, contohnya ada masyarakat Tionghoa yang menggunakan layanan keuangan syariah,” ujar Sutan Emir dalam Focus Group Discussion (FGD) Road to ISF 2026 bertajuk “Beyond Awareness: Dari Gaya Hidup Menjadi Inklusi” yang digelar Republika bersama FoSSEI, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, sebagian nasabah non-Muslim memilih layanan keuangan syariah bukan karena faktor agama, melainkan karena ingin memastikan dana mereka digunakan pada kegiatan usaha yang dinilai baik dan tidak merugikan masyarakat.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Saya ingin uang saya dipakai untuk hal-hal yang baik,” kata Sutan Emir menirukan pernyataan seorang nasabah non-Muslim pengguna layanan syariah.

Menurut dia, prinsip tersebut sejalan dengan ekonomi syariah yang hanya mendukung sektor usaha halal, produktif, serta berorientasi pada keberlanjutan. Ia menilai ekonomi syariah memiliki kesamaan dengan tren global seperti investasi berkelanjutan dan keuangan berbasis dampak sosial.

“Kalau bicara maqashid syariah, konsepnya bahkan melampaui tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs,” ujarnya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Jumlah penduduk Muslim Indonesia mencapai sekitar 244,7 juta orang atau 86,9 persen dari total populasi nasional.

Influencer Halal Muslim Dian Widayanti, Asisten Direktur Grup Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK Asadulloh Sefnado dan Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat menjadi pembicara dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema Beyond Awareness : Dari Gaya Hidup Menjadi Inklusi di Jakarta, Rabu (13/5/2026). - (Republika/Prayogi)

OJK juga mencatat indeks literasi keuangan syariah masyarakat pada 2025 mencapai 43,42 persen, sementara tingkat inklusinya masih berada di level 13,41 persen.

Asisten Direktur Grup Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK Asadulloh Sefnado mengatakan pengembangan keuangan syariah di Indonesia pada dasarnya ditujukan bagi seluruh masyarakat, bukan hanya Muslim.

“Keuangan syariah bersifat universal dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja,” ujar Sefnado.

Menurut dia, prinsip keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan menjadi nilai utama yang membuat keuangan syariah semakin diterima berbagai kalangan masyarakat.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stres Kronis Bisa Picu Wajah Bengkak, Ahli Saraf Ungkap Dampaknya bagi Kesehatan
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Hantavirus Bisa Serang Paru dan Ginjal, Kenali Cara Penularannya
• 40 menit lalueranasional.com
thumb
DPR Sikapi SE Mendikdasmen soal Guru Honorer: Tak Boleh Korbankan Keberlangsungan Pendidikan
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Pertemuan Trump dan Xi Jinping, Siapa yang Lebih Tangguh dalam Adu Kuat Geopolitik
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemenangan SMAN 1 Sambas Dianulir, Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Kalbar Diulang
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.