Hira Cultural District yang berada di Kaki Jabal Nur, menjadi salah satu lokasi populer yang dipilih jemaah haji saat melakukan perjalanan ibadah Haji atau Umrah.
Pantauan suarasurabaya.net, akses menuju Hira Cultural District terbilang cukup mudah. Jika jemaah berangkat dari Masjidil Haram, Hira Cultural District hanya berjarak sekitar 4 sampai 6 kilometer. Namun jika berangkat dari Sektor 1 Mekkah posisinya justru lebih dekat, yakni hanya sekitar 2,6 kilometer.
Di Hira Cultural District, jemaah haji tidak hanya disuguhkan dengan suasana Jabal Nur. Lokasi yang kini semakin berkembang, tumbuh menjadi kawasan budaya yang modern.
Selain itu pengunjung tidak hanya melihat kegagahan gunung tempat Gua Hira berada, tetapi juga bisa menikmati fasilitas pendukung seperti deretan gerai makanan, toko souvenir untuk berburu oleh-oleh, hingga museum-museum yang edukatif.
Salah satu daya tarik utama di Hira Cultural District adalah Revelation Exhibition atau Museum Al-Wahyu. Untuk masuk ke museum itu, pengunjung hanya akan dikenai tiket masuk dengan harga 25 Riyal atau setara dengan Rp110.000.
Di Museum Al-Wahyu, pengunjung akan disuguhkan perjalanan sejarah yang dikemas dengan teknologi multimedia interaktif canggih, serta terbagi menjadi lima ruangan.
Pada ruangan pertama hingga ketiga, jemaah diajak mengenal sejarah Nabi Adam AS, perjuangan Nabi Ibrahim AS dalam membangun Ka’bah, hingga kisah Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS. Di tiga ruangan ini, pengunjung diminta untuk tidak mengambil foto atau video.
Area dalam Revelation Exhibition atau Museum Al-Wahyu. Di dalam museum ini, pengunjung akan disuguhkan perjalanan sejarah yang dikemas dengan teknologi multimedia interaktif canggih, serta terbagi menjadi lima ruangan. Foto: Widya suarasurabaya.netMemasuki ruangan keempat, suasananya terasa lebih megah dan emosional karena area interaktifnya lebih luas. Pada ruangan keempat, diceritakan dengan detail momen kelahiran Rasulullah, masa pernikahan dengan Siti Khadijah, hingga detik-detik Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama di Gua Hira. Di area ini juga, para pengunjung baru diperbolehkan mengabadikan momen melalui kamera ponsel.
Sementara di ruangan terakhir, pengunjung akan disuguhkan replika Gua Hira yang dibuat sesuai dengan ukuran aslinya. Replika ini menjadi spot favorit karena pengunjung bisa merasakan duduk dan berfoto dengan suasana yang menyerupai gua aslinya tanpa harus mendaki gunung.
Bagi jemaah yang tetap ingin mengunjungi Gua Hira asli di puncak Jabal Nur, tidak ada biaya tambahan lainnya alias gratis. Tapi, pengunjung harus menyiapkan fisik dan waktu luang yang cukup karena pendakian memerlukan waktu sekitar satu hingga tiga jam.(kir/ipg)




