Otoritas Filipina Selidiki Keberadaan Senator Buronan ICC Usai Insiden Tembakan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Filipina sedang memastikan laporan bahwa Senator Ronald dela Rosa (64) sudah tidak lagi berada di kompleks Senat Filipina usai insiden suara tembakan terdengar di sana pada Rabu (13/5).

Insiden itu terjadi beberapa jam setelah Dela Rosa meminta para pendukungnya berkumpul karena aparat disebut akan menangkapnya di Senat.

Sebelumnya Dela Rosa, mantan kepala polisi sekaligus tokoh utama "perang narkoba" era Rodrigo Duterte, berlindung di kompleks Senat karena khawatir ditangkap terkait kasus di Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Dilansir Reuters, Wakil Menteri Komunikasi Kepresidenan Filipina Clare Castro pada Kamis (14/5) mengatakan hingga kini belum ada operasi resmi yang diluncurkan untuk menangkap Dela Rosa.

Situasi di Senat Filipina memanas setelah insiden tembakan pecah pada Rabu (13/5) malam.

Polisi Filipina kemudian menangkap satu orang terkait insiden tersebut.

Juru bicara polisi Filipina Brigjen Randulf Tuano mengatakan tersangka ditangkap di lantai dua gedung Senat.

"Dia ditangkap di area lokasi kejadian, di lantai dua gedung Senat," kata Tuano, seperti dilaporkan AFP.

Polisi menyita amunisi aktif dari pria tersebut dan sedang melakukan tes residu tembakan.

Meski tidak ada korban jiwa, insiden itu memicu kepanikan di kompleks parlemen Filipina.

Menteri Dalam Negeri Filipina Juanito Victor Remulla mengatakan petugas keamanan Senat sempat melepaskan "tembakan peringatan" ke arah sejumlah pria bersenjata tak dikenal yang naik ke tangga gedung.

Menurut Remulla, kelompok bersenjata itu kemudian membalas dengan menembakkan senjata ke udara sebelum meninggalkan lokasi.

Dela Rosa saat ini diburu ICC atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang narkoba berdarah era mantan Presiden Rodrigo Duterte.

Pria yang dijuluki “Bato” itu pernah menjabat kepala kepolisian nasional Filipina pada 2016-2018 dan menjadi tokoh utama operasi anti-narkoba Duterte yang menurut kelompok HAM menewaskan ribuan orang.

Duterte sendiri telah ditangkap pada Maret tahun lalu dan diterbangkan ke Belanda untuk menghadapi proses hukum di Den Haag.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Begal Pelajar di Palmerah Jakbar Jual Motor Korban untuk Beli Narkoba
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo: Uang Rp10 Triliun yang Kembali ke Negara Bisa Renovasi 5.000 Puskesmas
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 Stabil Hari Ini
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dolar AS Tembus Rp 17.500, Purbaya Klaim Subsidi Energi Masih Aman
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Purbaya Sebut Butuh Waktu Stabilkan Rupiah
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.