Polres Karawang, Jawa Barat menangkap pelaku pembunuhan pelajar berinisial AF (15) yang jasadnya ditemukan di bantaran Sungai Citarum, Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya pada Senin (11/5) lalu.
Kapolres Karawang, AKBP Fiki N Ardiansyah, menjelaskan, pelaku ialah FA (17) yang diketahui teman sekolah korban. FA tega menghabisi nyawa AF lantaran ingin menguasai motor korban.
"Pelaku ini kelas 3 SMK di Batujaya (sudah lulus), sementara korban masih kelas 1. Motif utamanya adalah faktor ekonomi, pelaku ingin menguasai motor korban karena motornya rusak," ujar Fiki kepada wartawan, Kamis (14/5).
Fiki menuturkan, kejadian bermula pada Minggu (10/5) sekitar pukul 11.00 WIB, ketika korban menjemput pelaku untuk diantarkan membeli jaket hoodie.
"Setelah mendatangi dua toko yang ternyata tutup, pelaku justru mengajak korban ke bantaran Sungai Citarum, Kampung Kaum RT 05 RW 02, Desa Baktijaya," tuturnya.
Di lokasi itu, pelaku langsung memiting leher korban, lalu mengeluarkan pisau dapur yang telah disiapkan sebelumnya. Pelaku menyayat leher korban, kemudian menusuk dada kanan, kiri, dan belakang pinggang sebelah kanan.
"Usai membunuh korban, pelaku membawa sepeda motor korban beserta handphone di dalamnya kepada saudara YS untuk dijual," ungkapnya.
Pelaku bersama YS lalu melepas pelat nomor motor dan mengantarkannya ke saudara ES, yang kini masih buron, untuk kemudian dijual kepada saudara S seharga Rp 4.200.000.
"Pelaku baru kembali ke rumahnya pada hari Senin dini hari pukul 00.30 WIB," katanya.
Adapun pelaku, ditangkap oleh Tim Satgas PPA dan Tim Resmob Polres Karawang pada Rabu (13/5) pukul 06.30 WIB di Dusun Krajan RT 01 RW 01, Desa Batujaya.
"Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit HP Infinix Smart 5 milik korban, satu baju biru, celana jeans hitam, sabuk, sepatu, celana boxer hitam, dan satu dompet," jelasnya.
Pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.
Murni Pembunuhan, Bukan Bentrok Antar SuporterBupati Karawang, Aep Syaepuloh menegaskan, kasus tewasnya seorang pelajar di bantaran Sungai Citarum Batujaya murni pembunuhan, bukan imbas bentrokan suporter bola.
Hal ini disampaikan untuk menepis isu yang berkembang soal korban berinisial AF (15) merupakan korban dari bentrokan antar suporter sepakbola.
"Kami apresiasi Polres Karawang karena dalam waktu cepat kasus ini berhasil diungkap. Ini bukan keributan suporter maupun antarpendukung sepak bola. Ini murni pembunuhan,” ujar Aep, Kamis (14/5).
Menurutnya, sejak awal kasus ini mencuat, ramai kabar simpang siur yang beredar di masyarakat lantaran dikaitkan dengan rivalitas suporter sepakbola.
“Perlu kami tegaskan bahwa tidak ada kaitannya dengan suporter Persib maupun Persija. Jadi ini memang pure pembunuhan yang sudah direncanakan pelaku,” katanya.
Aep juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengapresiasi kerja cepat jajaran Polres Karawang dalam mengungkap kasus tersebut.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Alhamdulillah sekarang kasusnya sudah terang benderang,” ucapnya.





