AI dan Google Mulai Gantikan Peran Dokter? Self-Diagnosis Jadi Kebiasaan Baru Anak Muda Kota Besar!

herstory.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Beauty, kebiasaan mencari gejala penyakit di Google atau mesin pencari berbasis AI sebelum pergi ke dokter kini semakin umum dilakukan anak muda urban Indonesia. 

Bahkan, studi terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) menemukan hampir 60% responden usia di bawah 40 tahun memilih melakukan self-diagnosis terlebih dahulu saat mengalami keluhan kesehatan.

Penelitian yang dilakukan pada Maret hingga Mei 2026 itu melibatkan 448 responden dari sejumlah kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. Hasilnya menunjukkan internet kini menjadi sumber informasi kesehatan utama bagi generasi urban modern.

Ketua Peneliti dan Pendiri HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengatakan fenomena ini sudah berkembang menjadi budaya kesehatan baru di masyarakat perkotaan.

“Swadiagnostik saat ini sudah menjadi bagian dari budaya kesehatan generasi urban. Internet, mesin pencari berbasis AI, media sosial, hingga pengalaman orang lain kini menjadi ‘dokter pertama’ bagi banyak anak muda sebelum mereka datang ke fasilitas kesehatan,” ujar Dr. Ray.

Tren ini muncul bukan tanpa alasan, Beauty. Studi HCC bersama research associate Yoli Farradika menemukan bahwa sebagian besar responden merasa mencari informasi kesehatan lewat internet lebih praktis, cepat, hemat biaya, dan tidak perlu antre panjang di fasilitas kesehatan.

Google dan mesin pencari berbasis AI menjadi platform utama yang digunakan untuk mencari informasi penyakit, mulai dari gangguan pernapasan, masalah pencernaan, penyakit kardiovaskular, hingga persoalan psikologis.

Fenomena tersebut juga berkaitan dengan istilah global cyberchondria, yakni kondisi meningkatnya kecemasan akibat terlalu banyak mencari informasi medis di internet.

Tak hanya berhenti di tahap mencari informasi, penelitian ini juga menemukan 36% responden langsung melakukan swamedikasi tanpa konsultasi dokter. Sementara 27% lainnya mengaku pernah mengabaikan resep dokter karena informasi yang mereka baca di internet dianggap lebih sesuai.

Menariknya, sebanyak 57% hasil self-diagnosis responden ternyata dikonfirmasi benar oleh dokter. Menurut Dr. Ray, kondisi ini membuat kepercayaan masyarakat terhadap proses swadiagnosis semakin meningkat.

“Ketika seseorang merasa hasil pencarian internetnya beberapa kali terbukti benar, maka kepercayaan terhadap proses swadiagnosis akan meningkat. Ini bisa membentuk ilusi kompetensi medis semu di masyarakat, karena sebenarnya yang dianggap cocok dengan dokter itu bisa jadi hanya hasil skrining risiko penyakit dan bukan diagnosis,” terang Dr. Ray.

Penelitian juga menunjukkan bahwa responden dengan riwayat penyakit kronis memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar melakukan swadiagnosis dibanding kelompok lainnya.

Menurut HCC, kondisi ini menggambarkan adanya system fatigue atau kelelahan sistemik di masyarakat urban modern.

“Sebagian masyarakat merasa datang ke fasilitas kesehatan membutuhkan waktu panjang, antre, biaya tambahan, dan energi emosional. Akhirnya internet dianggap lebih praktis, lebih cepat, lebih murah, dan terasa lebih personal,” ujar Dr. Ray.

HCC menilai meningkatnya penggunaan AI dan internet untuk mencari informasi kesehatan menjadi sinyal penting bahwa literasi kesehatan digital kini semakin dibutuhkan, terutama di tengah derasnya arus informasi di media sosial dan platform digital.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dalam Sepekan, Polisi Tangkap 38 Pelaku Kejahatan di Makassar | BORGOL
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Pengelolaan Sampah Pesisir Dorong Peningkatan Ekonomi Sirkular
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ini Tips Debat dan Public Speaking Ala Wapres Gibran untuk Josepha Alexandra Jelang Final Ulang Cerdas Cermat MPR
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Kuasa Hukum Nadiem Makarim Sebut Tuntutan Jaksa Tak Sesuai Fakta Persidangan
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Manchester City Tekuk Crystal Palace 3-0, Terus Tempel Ketat Arsenal
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.