JAKARTA, KOMPAS.TV - PT Persib Bandung Bermartabat menyampaikan keprihatinan mendalam atas berbagai insiden yang terjadi setelah pertandingan antara Persib versus Persija Jakarta pada pekan ke-32 BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026).
Manajemen menilai sejumlah peristiwa tersebut telah mencoreng nilai sportivitas dan semangat persatuan dalam sepak bola.
Dalam pernyataan resminya, Persib mengakui pertandingan yang sarat rivalitas kerap memunculkan situasi emosional. Meski demikian, manajemen tim berjuluk Maung Bandung itu menyesalkan adanya tindakan yang dinilai melampaui batas dan berdampak pada berbagai pihak.
Beberapa kejadian yang menjadi perhatian klub antara lain insiden yang melibatkan pemain Persib Beckham Putra, gangguan terhadap rombongan tim saat perjalanan pulang melalui Bandara Sepinggan Balikpapan, hingga sejumlah kasus yang menimpa Bobotoh dan masyarakat di beberapa daerah.
Persib juga menerima laporan mengenai dugaan perusakan sebuah rumah makan khas Sunda di kawasan Cibinong, Bogor. Selain itu, terdapat informasi terkait tindak kekerasan terhadap seorang remaja berusia 15 tahun di Kuningan, Jawa Barat.
Tidak hanya itu, klub juga menyoroti kasus pengeroyokan terhadap tiga Bobotoh di Sukabumi yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka. Insiden lain dilaporkan terjadi di Majalengka, ketika seorang Bobotoh terkena lemparan benda keras saat kegiatan nonton bareng berlangsung.
“Atas berbagai kejadian tersebut, saat ini Persib tengah mengumpulkan bukti, data, dan fakta sebagai bagian dari langkah yang akan kami tempuh secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab," tulis Manajemen, seperti dilansir laman resmi Persib Bandung, Kamis (14/5).
Baca Juga: Barcelona Kalah Usai Pastikan Juara La Liga, Hansi Flick Kecewa Gagal Raih 100 Poin dan Soroti Ini
Manajemen Persib mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mudah terpancing provokasi. Klub menilai sikap saling menghormati dan empati perlu diutamakan agar keadaan tidak semakin memburuk.
“Persib mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat luas. Dalam situasi seperti ini, rasa empati, kedewasaan, dan saling menghormati menjadi hal yang jauh lebih penting untuk dikedepankan bersama,”tambahnya.
Penulis : Rizky Ade Saputro Editor : Gading-Persada
Sumber : Persib Bandung
- Persib Bandung
- Maung Bandung
- PT Bandung Bermartabat
- Super League 2025-2026
- Liga 1





