PGN Gencar Salurkan CNG di Batam, Restoran hingga SPPG Beralih dari LPG

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Batam -

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui Gagas Energi Indonesia menyatakan, penyaluran CNG di Kota Batam terus meningkat dan kini mulai dimanfaatkan oleh sektor komersial industri hingga restoran dan SPPG di wilayah Kepulauan Riau.

Area Head PGN Gagas Batam Leonardo Manurung mengatakan, penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG di Batam terus mengalami peningkatan.

Baca Juga: Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, SPPG di Surabaya Disetop Sementara

Penggunaan gas bumi dinilai, jauh lebih ekonomis dibandingkan LPG non subsidi. Bahkan, efisiensi biaya yang diperoleh pelanggan mencapai 15 hingga 30 persen.

“Penggunaan gas bumi maupun CNG memberikan penghematan yang cukup signifikan dibandingkan LPG non subsidi, khususnya bagi sektor usaha seperti horeca dan industri,” kata Leo, Kamis (14/5/26).

Saat ini, PGN mencatat terdapat sekitar 10 SPBG yang telah beroperasi dan menggunakan produk fuel gas perusahaan. Kebutuhan distribusi di setiap SPBG berbeda-beda tergantung tingkat konsumsi pelanggan.

“Ada SPBG dengan kebutuhan tinggi sehingga harus dilakukan pengisian setiap hari, sementara beberapa lainnya cukup dua hari sekali,” jelasnya.

PGN menyebut mayoritas pemanfaatan CNG saat ini masih didominasi sektor industri dan komersial, terutama hotel, restoran, dan kafe (horeca). Tingginya pertumbuhan sektor wisata di Batam turut mendorong peningkatan permintaan energi gas bumi.

“Target pelanggan saat ini berkisar 100 sampai 180 pelanggan dan terus bertambah setiap bulannya,” ujarnya.

Tidak hanya untuk industri dan komersial, PGN juga mulai mengoptimalkan pemanfaatan CNG untuk rumah tangga. Salah satunya dilakukan di wilayah Sleman melalui skema CNG clustering yang dipadukan dengan jaringan pipa gas dari fasilitas mother station PGN menuju rumah pelanggan.

Area Head PGN Area Batam Wendi Purwanto selaku menjelaskan secara teknis, masyarakat juga tidak perlu mengganti kompor maupun peralatan memasak lainnya untuk menggunakan gas bumi. Pengguna hanya perlu melakukan modifikasi pada bagian spuyer kompor agar sesuai dengan karakteristik gas bumi.

Menurutnya, Corporate Secretary PGN menyampaikan CNG pada dasarnya merupakan gas bumi yang sama dengan gas yang biasa disalurkan melalui jaringan pipa. Perbedaannya, CNG telah melalui proses kompresi atau tekanan tinggi sebelum dimasukkan ke dalam tabung khusus sehingga lebih fleksibel untuk distribusi ke wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa gas.

Selain lebih hemat, gas bumi juga dinilai memiliki aspek keamanan dan lingkungan yang lebih baik. Massa jenis gas bumi lebih ringan dibanding udara sehingga lebih cepat terurai di atmosfer apabila terjadi kebocoran. Emisi yang dihasilkan pun lebih rendah dibandingkan energi fosil lainnya.

"PGN menilai harga gas bumi untuk rumah tangga relatif lebih stabil karena berasal dari pasokan domestik sehingga tidak terlalu terdampak fluktuasi harga minyak mentah dunia maupun nilai tukar dolar AS," jelasnya, dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Aspek Keamanan CNG 3 Kg Sebelum Diluncurkan

Perusahaan juga mendukung langkah pemerintah dalam menyusun model implementasi CNG yang tepat sasaran dan berkelanjutan, termasuk sinkronisasi kebijakan harga, infrastruktur, hingga tata niaga energi gas bumi nasional. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bertemu Trump, Xi Jinping Bilang China-AS Harus Jadi Mitra Bukan Rival
• 8 jam laludetik.com
thumb
Maxime Bouttier Dicap Numpang Hidup, Luna Maya Akhirnya Buka Suara
• 18 jam lalueranasional.com
thumb
Bahaya yang Tak Disadari Saat Dengarkan Musik Sambil Berkendara
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Hakim: Sulit Gali Fakta Tanpa Kesaksian Korban
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Potret Haru Nadiem Cium Kening Istri Usai Dituntut 18 Tahun Penjara
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.