Roma, VIVA – Sebuah kejadian luar biasa mewarnai turnamen tenis Italian Open ATP 1000 yang digelar di kota Roma. Pertandingan perempat final antara petenis tuan rumah Luciano Darderi melawan pemain muda Spanyol Rafael Jodar terpaksa dihentikan sementara selama hampir 20 menit akibat gangguan asap tebal yang menyelimuti lapangan.
Gangguan Asap dan Masalah Teknologi
Dilansir BBC, Insiden ini bermula saat Jodar tengah memimpin 6-5 di set pertama. Tiba-tiba, asap kembang api dari Stadio Olimpico—yang berjarak hanya sekitar 500 meter dari Foro Italico—tertiup angin dan memenuhi lapangan utama. Asap tersebut berasal dari perayaan gelar juara Inter Milan yang baru saja menumbangkan Lazio 2-0 di final Coppa Italia.
Kabut asap tersebut tidak hanya mengurangi jarak pandang pemain, tetapi juga mengganggu sistem pemanggil garis elektronik (electronic line-calling system).
Berdasarkan video di media sosial, kondisi stadion tampak sangat berkabut hingga wasit memutuskan untuk menunda permainan hingga suasana kembali kondusif.
Kemenangan Bersejarah Luciano Darderi
Pertandingan ini sendiri sudah dimulai sangat larut, sekitar pukul 11 malam, akibat penundaan jadwal karena hujan sepanjang hari. Meskipun sempat terganggu oleh insiden asap, Darderi yang merupakan unggulan ke-20 dunia berhasil menjaga konsentrasinya.
Petenis berusia 24 tahun itu akhirnya menundukkan Jodar melalui duel sengit tiga set dengan skor 7-6 (7-5), 5-7, dan 6-0. Pertandingan melelahkan selama 3 jam 8 menit tersebut baru berakhir pada pukul 2 pagi waktu setempat.
Bagi Darderi, hasil ini sangat istimewa karena membawanya ke semifinal ATP Masters 1000 pertamanya. Ia menyebut hasil tersebut sebagai kemenangan terbaik dalam kariernya dan akan menantang Casper Ruud di babak selanjutnya. Sementara itu, Rafael Jodar tetap mencuri perhatian dunia setelah melonjak drastis dari luar peringkat 700 besar ke peringkat 34 dunia hanya dalam waktu setahun.





