Pontianak, tvOnenews.com - SMAN 1 Pontianak akhirnya memberikan sinyal tegas terkait masa depan mereka di ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI setelah polemik final tingkat Kalimantan Barat yang viral beberapa hari terakhir.
Meski memutuskan tidak akan mengikuti final ulang LCC 4 Pilar tahun 2026, pihak sekolah memastikan mereka belum benar-benar meninggalkan kompetisi tersebut. Lewat pernyataan resmi yang disampaikan Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, sekolah tersebut menegaskan akan kembali bertanding pada LCC 4 Pilar tahun 2027.
Kalimat penutup yang singkat namun penuh makna, “Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027”, langsung menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Pilih Tidak Ikut Final UlangKeputusan SMAN 1 Pontianak muncul setelah MPR RI memutuskan mengulang final LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat akibat polemik penilaian juri yang viral.
Dalam pernyataan resminya, SMAN 1 Pontianak menegaskan tidak akan ikut dalam pelaksanaan lomba ulang tersebut.
“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang,” tegas Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati.
Meski begitu, pihak sekolah memastikan keputusan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap hasil lomba maupun upaya menjatuhkan pihak tertentu.
Tetap Hormati Hasil LombaSMAN 1 Pontianak justru memilih menghormati hasil final yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sekolah tersebut juga memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas yang kini resmi menjadi wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.
“SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat,” kata Indang.
Sikap tersebut mendapat perhatian publik karena di tengah ramainya polemik, pihak sekolah memilih mengambil langkah yang dinilai lebih menenangkan suasana.
Polemik LCC Viral NasionalFinal LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat sebelumnya menjadi sorotan publik setelah muncul protes dari peserta SMAN 1 Pontianak terkait keputusan dewan juri.
Video momen saat jawaban peserta dianggap salah padahal dinilai benar oleh banyak warganet viral di media sosial dan memicu kritik luas terhadap sistem penjurian.
Sorotan semakin besar karena dewan juri diketahui berasal dari unsur kesekretariatan MPR RI.




