Trump dan Xi Jinping Sepakat Soal Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Tak Boleh Ditutup Iran

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing mulai memunculkan sinyal baru soal ketegangan global, khususnya terkait ancaman terhadap Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.

Gedung Putih menyebut hari pertama pembicaraan kedua pemimpin berlangsung positif. Namun di balik pembahasan hubungan dagang dan kerja sama ekonomi, isu Iran justru menjadi salah satu topik paling sensitif yang dibicarakan secara serius.

Baca Juga :
Xi Jinping Peringatkan Trump soal Taiwan: Jika Salah Menangani, AS dan China Bisa Konflik
Pujian Trump ke Xi Jinping: Anda Pemimpin Hebat, Kadang Orang Tak Suka Saya Mengatakan Ini

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Washington dan Beijing memiliki pandangan yang sama soal pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka demi stabilitas pasokan energi dunia.

“Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas,” kata pejabat Gedung Putih, Kamis 14 Mei 2026 dikutip dari CNN International.

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden China Xi Jinping di Beijing (14/5)
Photo :
  • Reuters

Selat Hormuz menjadi perhatian karena merupakan jalur utama distribusi minyak dunia. China sendiri diketahui masih bergantung pada pasokan energi dari Iran, sementara situasi di kawasan Timur Tengah belakangan kembali memanas akibat meningkatnya tensi geopolitik.

Gedung Putih juga mengungkapkan bahwa Xi Jinping menegaskan penolakan China terhadap militerisasi Selat Hormuz maupun upaya pengenaan biaya tol terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut.

Tak hanya itu, Xi disebut menyampaikan ketertarikan China untuk meningkatkan pembelian minyak dari Amerika Serikat guna mengurangi ketergantungan Beijing terhadap jalur energi di kawasan Teluk. Meski demikian, pejabat Gedung Putih tidak menjelaskan lebih lanjut apakah China siap mengambil langkah lebih jauh untuk membantu meredakan konflik yang melibatkan Iran.

Selain isu Timur Tengah, Trump dan Xi turut membahas hubungan perdagangan kedua negara yang selama beberapa tahun terakhir penuh ketegangan. Detail kesepakatan ekonomi belum diumumkan, namun kedua pihak disebut membuka ruang kerja sama baru.

Isu fentanyl juga masuk dalam agenda pembicaraan. Pemerintah AS selama ini terus menekan China terkait aliran bahan baku narkotika sintetis yang masuk ke Amerika Serikat.

Kunjungan Trump ke China pada 13–15 Mei 2026 menjadi sorotan internasional karena merupakan lawatan pertama presiden AS ke Negeri Tirai Bambu dalam hampir sembilan tahun terakhir. Ini juga menjadi kunjungan kedua Trump ke China setelah lawatan pertamanya pada 2017.

Baca Juga :
Iran Larang Keras Senjata AS Dikirim Lewat Selat Hormuz!
Xi Jinping ke Trump: AS dan China Harusnya Bermitra, Bukan Jadi Rival
Xi Jinping Sambut Hangat Trump di Balai Besar Rakyat Beijing

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag Ajak Umat Kristiani Perkuat Kebersamaan pada Kenaikan Yesus Kristus
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Kenaikan Yesus Kristus di Katedral Jakarta: Soroti Perang dan Jaga Lingkungan
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Arya Khan Sakit Hati Dihina Tak Berguna oleh Michelle Ashley, Sentil Cara Pinkan Mambo Didik Anak
• 9 jam lalugrid.id
thumb
7 Orang Keroyok ABG di Bekasi, 4 Orang Ditangkap Polisi
• 13 jam laludetik.com
thumb
Momentum Bullish Bitcoin 2026? Bitcoin Tembus $80.000 Manfaatkan IDR Swap Zero Fee Bittime
• 3 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.