MALANG, KOMPAS TV - Para perajin tempe di sentra produksi tempe Sanan Kota Malang dilanda kekhawatiran akibat naiknya harga kedelai impor imbas pelemahan nilai tukar rupiah. Kedelai impor menjadi bahan baku utama dari produksi tempe, sehingga berdampak besar pada kegiatan produksi.
Ketergantungan kedelai impor tersebut membuat para perajin tempe di Sanan khawatir. Jika harga kedelai impor mengalami kenaikan kembali, maka biaya produksi akan semakin bertambah. Hal tersebut tentunya akan berimbas pada harga jual dan dikhawatirkan akan berdampak pada harga jual tempe di pasaran.
Perajin tempe memilih untuk menaikkan harga jual imbas dari kenaikan harga kedelai impor. Bahkan, jika akan ada kenaikan harga kembali perajin menyiasati dengan menaikkan harga dan mengecilkan ukuran tempe yang dijual.
"Kalau bisa naik ya naik lagi. Kalau tidak bisa, ya mengecilkan barangnya. Kemasannya lebih diperkecil. Soalnya kenaikan harga tidak di harga kedelai saja, dibarengi dengan harga plastik yang sangat tinggi" Kata Mustakim
Para perajin berharap ada intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai impor dan ketersediaan pasokan agar para perajin tetap bisa produksi.
Penulis : KompasTV-Malang
Sumber : Kompas TV
- rupiah lemah
- dampak rupiah lemah
- harga kedelai
- imbas kedelai impor
- berita Malang





