1 dari 10 Orang Tak Memiliki Dana Darurat, Anda Sudah Punya?

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Banyak rumah tangga ternyata masih berada dalam posisi rentan secara finansial. Ketika menghadapi pengeluaran tak terduga seperti perbaikan kendaraan, kerusakan rumah, hingga kebutuhan darurat lain, sebagian besar masyarakat belum memiliki tabungan cadangan yang memadai.

Sebuah survei terbaru di Inggris menunjukkan bahwa ketahanan keuangan masyarakat masih rendah, dengan banyak orang belum siap menghadapi guncangan biaya mendadak.

Baca Juga :
Kinerja Makin Menguat, Garuda Indonesia Catat Pendapatan Rp13,34 Triliun di Kuartal I-2026
Era Keuangan Digital Semakin Terbuka, Indodax Soroti Pentingnya Perlindungan Konsumen

Berdasarkan penelitian terhadap lebih dari 13.000 responden anggota sebuah asosiasi otomotif, tercatat 1 dari 10 orang dewasa atau sekitar 10 persen tidak memiliki tabungan sama sekali. Kondisi ini membuat mereka sangat rentan ketika menghadapi situasi darurat.

Selain itu, sekitar 50 persen responden yang bersedia mengungkap kondisi keuangannya memiliki tabungan kurang dari enam bulan biaya hidup. Bahkan sekitar 30 persen hanya memiliki dana darurat untuk kurang dari tiga bulan kebutuhan dasar.

Sebagaimana diketahui, para ahli keuangan umumnya merekomendasikan masyarakat memiliki dana darurat setidaknya untuk menutup biaya hidup selama tiga hingga enam bulan agar lebih siap menghadapi kehilangan pendapatan atau pengeluaran besar mendadak.

Namun, data ini menunjukkan banyak orang masih belum mampu mencapai standar tersebut. Ketika ditanya bagaimana mereka akan membayar biaya tak terduga sebesar £500 atau sekitar Rp11.500.000, sekitar 15 persen responden menjawab akan menggunakan tabungan yang mudah diakses. 

Sementara 43 persen mengandalkan rekening utama, dan 31 persen menggunakan kartu kredit. Lalu, untuk biaya yang lebih besar, seperti £5.000 atau sekitar Rp115.000.000, sekitar 25 persen responden mengaku tidak tahu bagaimana cara menutup biaya tersebut.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan pada nominal yang lebih tinggi. Sebanyak 38 persen responden tidak tahu cara membayar biaya sebesar £10.000 atau sekitar Rp230.000.000, dan hampir setengahnya atau 48 persen kebingungan jika menghadapi biaya di atas £20.000 atau sekitar Rp460.000.000.

Ketidakpastian ini menunjukkan masih lemahnya perencanaan keuangan rumah tangga dalam menghadapi situasi darurat.

Seorang kepala divisi pinjaman dan tabungan dari lembaga yang melakukan survei mengatakan bahwa biaya tak terduga adalah bagian dari kehidupan, namun banyak orang belum memiliki bantalan keuangan yang cukup.

“Biaya tak terduga adalah bagian dari kehidupan, mulai dari perbaikan mobil yang mendesak hingga tagihan rumah tangga. Tetapi banyak orang belum memiliki bantalan keuangan. Bahkan kontribusi kecil yang rutin bisa membantu membangun jaring pengaman dari waktu ke waktu,” kata Adam Robery, sebagaimana dikutip dari The Independent, Kamis, 14 Mei 2026.

Baca Juga :
Bangun Standar Baru Ekosistem Layanan Keuangan Digital Pariwisata di Bali, BTN Gandeng MKP
Tingkatkan Layanan Publik, BTN Perkuat Kolaborasi dengan Pemkab Tapanuli Utara
Jangan Nekat Utang demi Resepsi, Ini Tips Menabung untuk Persiapan Pernikahan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolda Metro Jadi Komjen, Kompolnas: Dinamika Sosial Jakarta Berbeda
• 8 jam laludetik.com
thumb
Rumah Rachel Vennya Akhirnya Terjual, Pihak Okin Bantah Terima Bagian
• 6 jam lalucumicumi.com
thumb
Kerja di Hari Libur Apakah Termasuk Lembur? Ini Ketentuannya
• 6 jam laludetik.com
thumb
Begal di Palmerah Bacok Korban Demi Beli Sabu, Polisi Ungkap Ternyata Pelaku Juga Kurir Narkoba
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Soal Judi Online, Pramono: Harus Ditindak Tegas agar Pelaku Kapok!
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.