Jemaah Haji Wafat Secara Nasional Capai 24 Orang, Wamenhaj Sebut Angkanya Menurun

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Dahnil Anzar Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) menyebut angka kematian jemaah haji Indonesia sejauh ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu.

Hingga pertengahan operasional haji pada 14 Mei 2026, Kemenhaj mencatat sekitar 24 jemaah wafat, sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya jumlahnya dapat menembus 50 orang.

Menurut Dahnil, penurunan angka kematian jemaah menjadi salah satu indikator peningkatan pelayanan haji pada tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah berjalan.

“Alhamdulillah banyak peningkatan selama era Kementerian Haji yang pertama ini peningkatan-peningkatan itu bisa dirasakan dan teman-teman bisa lihat,” katanya saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis (14/5/2026).

Dahnil menyatakan tahun ini pemerintah berupaya memperketat regulasi terkait aspek kesehatan demi menekan angka jemaah wafat. Hal itu terlihat di Embarkasi Surabaya, yang mana delapan calon jemaah haji tidak disarankan terbang ke Tanah Suci karena tidak memenuhi syarat kesehatan.

“Sampai dengan hari ini ada delapan yang tidak diberangkatkan karena ada isu kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan beberapa calon jemaah tidak diizinkan berangkat karena dilaporkan mengalami gejala demensia, hingga kondisi kehamilan yang dinilai berisiko untuk perjalanan jauh.

“Artinya ada tidak layak terbang misalnya dimensi itu ada dua, dua yang di hamil. dibatalkan untuk berangkat. Nanti bisa dipertimbangkan untuk berangkat tahun depan. Yang demensia juga demikian,” ujarnya.

Dahnil menegaskan, pemerintah menargetkan angka kematian jemaah haji tahun ini terus menurun dengan meningkatkan standar pelayanan kesehatan.

“Jadi untuk kesehatan kita akan sangat ketat karena kita memang targetnya mengurangi kematian. Tapi sampai hari ini itu yang meninggal sudah sekitar 24 orang, jumlah itu relatif turun signifikan,” katanya.

Sebagai informasi, Embarkasi Surabaya sendiri melayani lebih dari 43 ribu jemaah haji, tidak hanya dari Jawa Timur (Jatim), tetapi juga dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam proses pelayanan, Kemenhaj menggandeng berbagai pihak mulai dari imigrasi, Balai Besar Karantina Kesehatan hingga Pemerintah Provinsi Jatim.

“Ya, pun demikian dengan kerja sama kami dibantu oleh teman-teman imigrasi yang juga Mecca Route atau Fast Track dari sini juga berjalan dengan lancar,” katanya.(wld/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MacBook Neo Siap Dijual di Indonesia, PO Mulai 15 Mei
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Tumbangkan Crystal Palace 3-0, Manchester City jaga peluang juara
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Dedi Mulyadi Evaluasi Tata Kelola Tambang, Proyek Strategis di Bogor Terancam Mangkrak? Ini Penjelasan Wakil Bupati
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
PSM Makassar Bisa Jadi Mimpi Buruk Persib Bandung, Ahmad Amiruddin Target Sapu Bersih Dua Laga Sisa
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Timnas Vietnam Cetak Sejarah Lolos Piala Dunia U-17 2026, Satu-satunya Wakil ASEAN Usai Thailand dan Indonesia Tersingkir
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.