FAJAR, MAKASSAR — Tekanan besar mulai menghantui Persib Bandung jelang lawatan krusial ke markas PSM Makassar pada pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026). Di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara, Maung Bandung justru datang dengan kondisi pincang — kehilangan dua pemain inti sekaligus sang pelatih kepala.
Situasi ini membuat aroma ancaman semakin terasa bagi Persib Bandung. Sebab bukan hanya soal absennya pemain penting, tetapi juga karena mereka akan bermain di stadion yang menyimpan memori buruk dalam beberapa tahun terakhir.
Gelora BJ Habibie pernah menjadi tempat yang sangat angker bagi Persib. Di stadion tersebut, Maung Bandung sempat dipermalukan dengan skor telak 5-1 pada musim 2022 dan kembali tumbang 4-2 pada musim 2023. Dua kekalahan itu masih membekas kuat dalam ingatan publik sepak bola nasional, terutama karena PSM tampil sangat dominan di hadapan pendukungnya sendiri.
Kini, bayang-bayang rekor buruk itu kembali muncul di saat Persib sedang berada dalam kondisi tidak ideal.
Masalah pertama datang dari absennya Federico Barba. Bek asal Italia tersebut dipastikan tidak bisa tampil dan itu menjadi kerugian besar bagi lini pertahanan Persib. Sepanjang musim ini, Barba menjadi salah satu pemain paling konsisten dalam skuad racikan Bojan Hodak.
Ia tampil dalam 27 pertandingan dengan kontribusi lima gol dan satu assist. Bukan sekadar kuat dalam bertahan, Barba juga kerap menjadi ancaman saat situasi bola mati. Nilai pasarnya yang mencapai Rp 8,69 miliar menunjukkan betapa vital perannya di lini belakang Maung Bandung.
Tanpa Barba, Persib kehilangan sosok pemimpin di jantung pertahanan. Kehilangan itu terasa semakin berat karena PSM dikenal memiliki karakter permainan agresif ketika bermain di kandang.
Apalagi Pasukan Ramang hampir selalu tampil lebih berani dan menekan sejak menit awal saat bermain di Parepare. Atmosfer stadion yang panas sering membuat lawan kesulitan keluar dari tekanan.
Bojan Hodak mengakui absennya Barba dan Luciano Guaycochea menjadi tantangan serius bagi timnya. Namun pelatih asal Kroasia tersebut memastikan sudah menyiapkan alternatif pengganti.
Dalam keterangannya, Hodak menegaskan bahwa Persib tetap memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk menghadapi situasi sulit ini. Ia menyebut seluruh pemain harus siap menunjukkan kualitas terbaik demi menjaga peluang juara.
“Kami akan bermain tanpa Barba dan Lucho. Tapi kami masih memiliki pemain lain yang harus mampu menunjukkan performa terbaik. Semua persiapan terus dilakukan dalam latihan,” ujar Hodak.
Selain Barba, kehilangan Luciano Guaycochea juga menjadi persoalan besar bagi Persib. Gelandang asal Argentina itu selama ini menjadi motor permainan di lini tengah. Dalam 25 pertandingan musim ini, Luciano mencatatkan lima gol dan dua assist.
Namun kontribusinya tidak hanya terlihat dari statistik.
Lucho dikenal sebagai pemain yang mampu mengatur tempo permainan, menjaga keseimbangan lini tengah, sekaligus membuka ruang serangan melalui distribusi bola yang rapi. Absennya pemain bernilai Rp 3,91 miliar tersebut membuat kreativitas Persib terancam menurun.
Padahal menghadapi PSM di Parepare membutuhkan kontrol permainan yang sangat baik. Jika gagal menguasai lini tengah, Persib berpotensi terus ditekan sepanjang pertandingan.
Untuk mengatasi situasi itu, Hodak disebut menyiapkan beberapa opsi. Nama Marc Klok, Adam Alis, hingga Berguinho masuk dalam skenario pengganti demi menjaga stabilitas lini tengah.
Marc Klok diperkirakan akan memegang peran sentral karena pengalamannya dalam laga besar. Sementara Adam Alis dan Berguinho diharapkan memberi energi tambahan dalam transisi menyerang maupun bertahan.
Namun masalah Persib ternyata belum berhenti sampai di sana.
Bojan Hodak sendiri dipastikan tidak bisa mendampingi tim dari pinggir lapangan akibat akumulasi kartu kuning saat menghadapi Persija Jakarta.
Situasi itu menjadi skorsing ketiga bagi Hodak sepanjang musim ini. Dan absennya sang pelatih jelas bisa memengaruhi dinamika pertandingan, terutama dalam laga penuh tekanan seperti menghadapi PSM di kandang mereka sendiri.
Meski begitu, Hodak memastikan tim pelatih sudah siap menghadapi kondisi tersebut. Tugas di sisi lapangan akan diambil alih asistennya, Igor Tolic.
“Igor akan berada di bangku cadangan dan mengambil alih tugas di pinggir lapangan. Ini bukan pertama kali terjadi musim ini, jadi semua sudah siap,” kata Hodak.
Tetap saja, tidak hadirnya Hodak secara langsung di bench menjadi kerugian tersendiri bagi Persib. Sebab dalam pertandingan besar, keputusan cepat dari pelatih sering menjadi pembeda.
Di sisi lain, PSM Makassar justru datang dengan motivasi tinggi. Bermain di Gelora BJ Habibie selalu memberi energi tambahan bagi Pasukan Ramang. Dukungan suporter yang memenuhi stadion membuat atmosfer pertandingan menjadi sangat intimidatif bagi tim tamu.
Rekor pertemuan juga menunjukkan PSM cukup nyaman menghadapi Persib ketika bermain di kandang. Selain kemenangan 5-1 pada 2022, mereka juga pernah menang 4-2 pada musim 2023. Bahkan dalam beberapa musim terakhir, Persib kerap kesulitan mengembangkan permainan di markas Juku Eja.
Kini tekanan semakin besar karena laga ini sangat menentukan arah perebutan gelar juara Super League 2025/2026.
Persib membutuhkan poin untuk menjaga peluang tetap berada di jalur juara. Namun di saat bersamaan, mereka harus menghadapi salah satu lawatan paling berat musim ini dalam kondisi skuad yang tidak lengkap.
Kedalaman skuad Persib benar-benar akan diuji di Parepare.
Nama-nama seperti Marc Klok, Andrew Jung, hingga Ramon Tanque diharapkan mampu mengambil tanggung jawab lebih besar demi menjaga asa Maung Bandung.
Tetapi bagi PSM Makassar, situasi ini justru menjadi peluang emas untuk kembali menunjukkan bahwa Gelora BJ Habibie masih menjadi salah satu kandang paling menakutkan di sepak bola Indonesia — tempat di mana Persib Bandung pernah dua kali pulang dengan luka besar.





