Makassar: Sebanyak 393 calon haji gabungan asal Provinsi Papua dan Sulawesi Selatan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 31 bertolak ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Mereka diterbangkan setelah dinyatakan laik terbang oleh petugas haji.
"Sebelum diterbangkan itu semuanya diperiksa, yang utama itu dokumen administrasi dan paling penting kesehatan setiap jemaah calon haji karena itu wajib untuk mengikuti semua rukun hajinya," ujar Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail, dilansir dari Antara, Kamis, 14 Mei 2026.
Pada pemberangkatan kloter 31 itu, ada beberapa calon haji yang tunda dan batal berangkat karena berbagai pertimbangan seperti kesehatan dan lainnya. Mereka tidak memungkinkan untuk diterbangkan dan harus mendapatkan perawatan oleh tim kesehatan PPIH Embarkasi Makassar.
Baca Juga :
Kemenhaj Mitigasi Pergerakan Calon Jemaah Haji di ArmuznaCalon haji tunda dan batal berangkat yakni Fauziyah Risyani Haris (29) asal Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan yang tunda berangkat karena sakit saat berada di embarkasi.
Kemudian, Kama Nise asal Kabupaten Bone dan Idris Tiro asal Kabupaten Maros yang keduanya batal berangkat karena sudah sakit di daerah asal sehingga tidak diproses untuk keberangkatan tahun ini. Satu calon haji lainnya yakni Ratnawati Tahemma asal Kabupaten Maros yang merupakan pendamping Idris Tiro, juga batal karena calon haji prioritas sudah sakit sejak awal.
"Empat orang calon haji yang tunda dan batal berangkat itu sudah digantikan oleh empat orang lainnya yang menjadi cadangan dan satu orang calon haji dari kloter 22 yang sebelumnya tunda karena sakit sudah bisa diterbangkan lagi," katanya.
Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa
Dalam pemberangkatan tersebut, terdapat 286 calon haji asal Sulawesi Selatan dan 61 calon haji dari Papua. Selain itu, turut bergabung enam orang tim pendamping haji sehingga total keseluruhan mencapai 363 orang.
Sebelum pelepasan, PPIH Embarkasi Makassar memberikan beberapa pesan kepada para calon haji agar senantiasa menjaga nama baik bangsa selama menjalani masa ibadah di negara orang seperti Arab Saudi.
Ikbal pun tidak lupa mengingatkan kepada jemaah untuk mempersiapkan diri dengan baik karena kondisi cuaca di Arab Saudi cukup terik. Jemaah diminta untuk senantiasa menjaga kondisi dengan memperbanyak minum air mineral.
"Yang utama itu karena tujuan jemaah ke Makkah adalah untuk menunaikan salah satu rukun Islam dan betul-betul karena ibadah, jadi tetap menjaga nama baik bangsa, serta menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air mineral," terangnya.




