Atap Sekolah di Sragen Ambruk Timpa Siswa dan Guru, Pengecekan Bangunan Berkala Didorong

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Atap salah satu bangunan di Madrasah Tsanawiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ambruk menimpa sejumlah siswa dan guru yang sedang menjalani kegiatan belajar mengajar pada Selasa (12/5/2026). Pengecekan kondisi bangunan secara berkala didorong untuk mencegah peristiwa serupa berulang ke depannya.

Peristiwa ambruknya atap bangunan itu terjadi pada Selasa sekitar pukul 07.30 WIB. Pada bangunan yang atapnya ambruk itu, terdapat tiga ruang kelas.

Saat peristiwa terjadi, kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Mualif, mengatakan, tidak ada tanda-tanda apapun sebelum peristiwa itu terjadi di sekolahnya.

“Tidak ada tanda apa-apa. Saat jam pelajaran berlangsung, tiba-tiba langsung roboh. Anak-anak yang berada di bagian belakang sempat kesulitan keluar,” kata Mualif, Kamis (14/5/2026).

Menurut Mualif, terdapat 12 siswa dan seorang guru di dalam ruang kelas itu. Untungnya, sebagian siswa berada di dekat tembok sehingga tidak langsung tertimpa reruntuhan bangunan.

Dalam peristiwa itu, tujuh siswa dan satu guru menderita luka-luka dan harus menjalani perawatan medis. Hingga Kamis, lima di antaranya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Soehadi Prijonegoro, satu orang dirawat di Rumah Sakit Islam Amal Sehat, dan dua lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Baca JugaTKD Jateng Dipangkas Rp 1,6 Triliun, Berdampak ke Pendidikan, Kesehatan, hingga Infrastruktur

“Satu siswa yang dirawat di RSI Amal Sehat mengalami patah kaki dan sudah menjalani operasi,” ucap Mualif.

Usai peristiwa itu terjadi, kegiatan belajar mengajar di sekolah itu sempat dihentikan sementara. Rencananya, kegiatan belajar mengajar akan dilangsungkan kembali pekan depan. Selama proses renovasi, kegiatan belajar mengajar disebut Mualif akan dilakukan di tempat ibadah.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas mengatakan, penanganan medis terhadap para korban menjadi prioritas utama. Seluruh biaya pengobatan bakal ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sragen.

Selain itu, Pemkab Sragen juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mempercepat pembangunan kembali ruang kelas yang rusak. Dengan begitu, ruang kelas bisa segera dibangun dan bisa kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Menurut Sigit, renovasi tidak hanya akan dilakukan pada satu ruang kelas yang roboh, melainkan tiga ruang kelas dalam satu bangunan sekaligus. Pemkab Sragen juga akan membantu pemenuhan kebutuhan mebel dan perlengkapan belajar yang rusak akibat insiden tersebut.

Baca JugaDua Sekolah di Jabar Ambruk dalam Sehari, Keamanan Perlu Dievaluasi

Sigit menambahkan, hasil pemeriksaan awal tim teknis menunjukkan bangunan sekolah sebenarnya masih terlihat cukup baik dari luar. Namun, struktur atapnya dinilai sudah tidak layak karena faktor usia.

“Jadi yang harus dicek itu kondisi existing bangunannya, sejauh mana masih layak atau tidak. Dari sisi dinding sebenarnya masih bagus, hanya struktur atapnya yang sudah tidak layak,” ujar Sigit.

Di Sragen, kata Sigit, masih banyak sekolah dengan kondisi bangunan rusak yang perlu segera dievaluasi agar kejadian serupa tidak berulang. Sekolah-sekolah itu disebutnya akan diprioritaskan untuk ditangani.

Pada Kamis, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen datang ke Sragen untuk menjenguk para korban yang masih dirawat di rumah sakit. Selain itu, Yasin juga meninjau kondisi sekolah yang ambruk.

Baca JugaIroni Efisiensi Anggaran, Guru Dipaksa Mundur hingga Ruang Kelas Roboh Tewaskan Siswa

Menurut Yasin, Pemerintah Provinsi Jateng bakal membantu dalam proses perbaikan bangunan sekolah tersebut. Penyaluran bantuan meja belajar yang menjadi salah satu kebutuhan sekolah tersebut juga akan langsung dilakukan.

“Yang ambruk memang satu, tetapi tiga kelas ini harus kita perbaiki semuanya. Kami siap membantu. Dari Dinas Pendidikan sudah kami siapkan Rp 50 juta, nanti kebutuhannya tinggal dikoordinasikan saja. Tidak usah berbelit-belit,” katanya.

Yasin menilai, insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya pengecekan berkala terhadap bangunan sekolah, terutama pada struktur atap dan material kayu penyangga yang rawan lapuk akibat usia maupun serangan rayap.

“Tadi kami melihat ternyata banyak kayu yang sudah kena rayap. Ini memang perlu perhatian serius. Yang paling utama sebenarnya controlling dari pihak sekolah, supaya kejadian serupa tidak terulang,” ucap Yasin.

Yang ambruk memang satu, tetapi tiga kelas ini harus kita perbaiki semuanya. Kami siap membantu. Dari Dinas Pendidikan sudah kami siapkan Rp 50 juta, nanti kebutuhannya tinggal dikoordinasikan saja. Tidak usah berbelit-belit


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Donald Trump Tiba di Beijing Didampingi Elon Musk dan Tim Cook
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ikut Warnai Batik di Pameran Metamorfosa, Tri Tito Karnavian Akui Membatik Bukan Hal yang Mudah
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Tepis ada intimidasi, KSP pastikan pemerintah terbuka terhadap kritik
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Peringatan Dini Cuaca BMKG Besok 15-16 Mei 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Alasan Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara dan Denda Uang Pengganti Rp 5,67 Triliun
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.