Curhat Pedagang Pasar Pramuka: Harga Alkes Naik karena Perang di Timur Tengah

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang menyebut penyebab naiknya harga alat kesehatan (alkes) di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, disebabkan karena konflik di Timur Tengah.

"Kalau yang saya tahu sejak kejadian di Iran kemarin dan kenaikan BBM karena perang itu harga bahan plastik yang naik. Jadi, lonjakannya agak tinggi," ucap salah satu pedagang di Pasar Pramuka bernama Wati (45) ketika ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (14/5/2026).

Kenaikan harga alat kesehatan di Pasar Pramuka disebut sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.

Baca juga: Harga Alat Kesehatan di Pasar Pramuka Melonjak, Sarung Tangan Paling Signifikan

Pedagang lain bernama Yuli (25) juga menyebut kenaikan harga alat kesehatan disebabkan karena perang.

"Mungkin faktor bahan baku karetnya yang sedang susah. Karena ada perang juga di sana, jadi impornya sulit," ujar dia di lokasi.

Hampir semua alat kesehatan merupakan impor dari negara lain.

Salah satunya kursi roda yang diimpor dari Taiwan.

Baca juga: Dishub Bakal Tertibkan Parkir Sembarangan di Depan Pasar Pramuka

Biasanya, pedagang membeli kursi roda impor itu seharga Rp 850.000, saat ini menjadi Rp 900.000-an, sehingga mereka menjual kembali ke masyarakat sekitar Rp 1 jutaan.

Sementara pedagang lain Bara (bukan nama sebenarnya, 50) juga mengatakan rata-rata alat kesehatan berasal dari impor, sehingga harganya ikut melonjak ketika terjadi perang.

"Rata-rata produk alat kesehatan menggunakan izin AKL (Alat Kesehatan Luar) dan mayoritas memang barang impor, jadi hampir semuanya naik. Ada penyesuaian harga hampir setiap hari dengan kenaikan ribuan rupiah," kata Bara di lokasi.

Baca juga: Warga Masih Memaksa Parkir di Depan Pasar Pramuka meski Jalan Menyempit

Alat kesehatan yang terbuat dari bahan plastik lah yang harga kenaikannya signifikan. Salah satunya apron plastik yang satu kali pakai.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dulu harga jual apron plastik hanya sekitar Rp 85.000 hingga Rp 115.000.

Namun saat ini, modal para pedagang saja mencapai Rp 115.000 per box, sehingga harga jual di pasaran sekitar Rp 125.000.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Cedera Jay Idzes: Absen Latihan, Sassuolo Terus Pantau Kondisi Kapten Timnas Indonesia
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Momen Libur Kenaikan Yesus Kristus, TMII Hari Ini Ramai Pengunjung
• 12 jam laludetik.com
thumb
Foto: Hampir 1 Dekade, Trump-Xi Jinping Kembali Bertemu di Beijing
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Tegas, KAI Jakarta Tutup Perlintasan Liar di Kawasan Tebet-Cawang
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Mobil Korea Belum Menyerah di Indonesia
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.