Di Tengah Lonjakan Harga Alat Kesehatan, Omzet Pedagang Pasar Pramuka Merosot

kompas.com
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, mengaku omzetnya merosot di tengah lonjakan harga alat kesehatan (alkes).

"Ada sedikit penurunan. Ya, paling sekitar dua persen," kata salah satu pedagang bernama Wati (45) ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Kamis (14/5/2026).

Omzetnya menurun karena harga dagangannya mengalami peningkatan, sehingga pembeli berpikir ulang untuk berbelanja.

Baca juga: Harga Alat Kesehatan di Pasar Pramuka Melonjak, Sarung Tangan Paling Signifikan

Kenaikan harga tersebut disebabkan karena modal belanja para pedagang dari distributor juga meningkat imbas konflik di Timur Tengah.

Mengingat sebagian besar alkes didapatkan pedagang secara impor dan banyak yang terbuat dari plastik.

Pedagang lain, Yuli (25), juga mengaku omzetnya mengalami penurunan di tengah harga belanja yang meningkat.

Baca juga: Curhat Pedagang Pasar Pramuka: Harga Alkes Naik karena Perang di Timur Tengah

"Iya, banyak pembeli yang enggak jadi. Omzet menurun sekitar 10 persen," kata dia di lokasi.

Salah satu alkes yang kenaikannya paling signifikan adalah sarung tangan jenis nitrile yang dulu harga belanjanya hanya sekitar Rp 40.000, kini menjadi Rp 65.000 per boksnya.

Kemudian, kursi roda juga mengalami kenaikan signifikan, yang biasa modalnya hanya sekitar Rp 850.000 menjadi Rp 900.000.

Baca juga: Dishub Bakal Tertibkan Parkir Sembarangan di Depan Pasar Pramuka

Pedagang menjual kursi roda tersebut dengan harga Rp 1 jutaan.

Sedangkan pedagang lain Bara (bukan nama sebenarnya, 50), mengaku penurunan omzetnya mencapai setengah dari biasanya.

"Iya, sangat terasa. Penurunannya bisa mencapai 50 persen," kata dia di lokasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Bara bilang, alkes yang mengalami kenaikan signifikan yang terbuat dari bahan plastik, seperti apron atau celemek sekali pakai.

"Dulu harganya sekitar Rp 85.000 sampai Rp 90.000, sekarang modalnya sudah Rp 115.000 rupiah. Saya menjualnya Rp 125.000 untuk isi 50 lembar," kata Bara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Puncak Haji, Satgas Armuzna Dibentuk untuk Atur Mobilitas Jemaah
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Operasikan Dua Kapal Gas Raksasa untuk Jaga Pasokan LPG Nasional
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
KDM Pastikan Perbaikan Jalan Batutulis Bogor Segera Dikerjakan
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Kunjungan Trump ke China: Bahas Perdagangan, Tarif, hingga AI
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Klaim Xi Jinping Janji Tak Akan Kirim Peralatan Militer ke Iran
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.