TOKYO, KOMPAS.TV - Sebuah kapal tanker milik perusahaan Jepang dilaporkan berhasil melewati Selat Hormuz tanpa membayar pungutan kepada Iran.
Tanker milik Eneos Holdings Inc. itu disebut menjadi tanker Jepang kedua yang berhasil melintas sejak Selat Hormuz ditutup Iran usai Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026.
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyatakan saat ini terdapat 39 kapal terkait Jepang yang masih tertahan di perairan Teluk Persia.
Motegi menyebut pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaechi telah berulang kali meminta izin melintas kepada Iran.
Tanker tersebut dilaporkan membawa empat awak kapal asal Jepang. Motegi menegaskan, "tidak ada pungutan yang dibayarkan kepada Iran."
"Kami akan terus melakukan upaya dan koordinasi diplomatik untuk mewujudkan pelayaran melalui selat tersebut sesegera mungkin bagi seluruh kapal, termasuk yang terkait Jepang," kata Motegi dalam konferensi pers, seperti dilansir Kyodo News, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga: Iran Peringatkan Prancis dan Inggris untuk Tak Kerahkan Kapal Perang ke Selat Hormuz
Menurut situs web pelacak lalu lintas maritim, Marine Traffic, kapal bernama Eneos Endeavor itu berlayar dari Uni Emirat Arab pada akhir Februari 2026. Kapal yang terdaftar dengan tujuan Pelabuhan Kiire di Prefektur Kagoshima tersebut sempat tertahan di Teluk Persia.
Bulan lalu, kapal tanker pengangkut minyak mentah milik anak perusahaan Idemitsu Kosan Co. menjadi kapal Jepang pertama yang diizinkan melintasi Selat Hormuz sejak perang AS-Israel di Iran dimulai.
Pemerintah Iran diketahui meminta pungutan atas kapal-kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz selama penutupan. Iran menegaskan kapal hanya dibolehkan melintas atas koordinasi dengan Teheran.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kyodo News, TASS
- pungutan selat hormuz
- perang iran
- tanker jepang lewat selat hormuz
- selat hormuz
- Jepang
- tanker Jepang





