TIONGKOK, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundang Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping beserta istrinya, Peng Liyuan, untuk melakukan kunjungan balasan ke Gedung Putih pada 24 September 2026. Undangan tersebut disampaikan Trump saat memberikan pidato dalam jamuan makan malam kenegaraan di Beijing. Dalam sambutannya, Trump menyebut hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai hubungan yang sangat istimewa serta menegaskan harapannya untuk terus mempererat kerja sama kedua negara.
Sebelum jamuan makan malam berlangsung, Trump disambut melalui upacara kenegaraan di Aula Besar Rakyat sebelum menggelar pembicaraan bilateral dengan Xi Jinping dan melanjutkan kunjungan ke Kuil Surga. Pertemuan keduanya turut menjadi sorotan karena momen jabat tangan yang dianggap simbolis. Dalam pembicaraan tersebut, Xi Jinping menegaskan bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat harus menjadi mitra, bukan saingan, sementara Trump memuji Xi sebagai pemimpin hebat.
Usai pertemuan, media Tiongkok mengutip pernyataan Xi Jinping yang kembali menegaskan bahwa isu Taiwan merupakan persoalan paling sensitif dalam hubungan AS-Tiongkok. Xi memperingatkan bahwa penanganan yang keliru terhadap isu Taiwan dapat mendorong hubungan kedua negara menuju konflik dan situasi yang sangat berbahaya. Kunjungan Trump ke China yang berlangsung pada 13 hingga 15 Mei ini menjadi kunjungan kenegaraan keduanya ke Beijing sekaligus yang pertama bagi seorang presiden AS sejak 2017.
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- TRUMP
- XI JINPING
- AS
- CHINA





