Dede Sunandar dan Karen Hertatum Diterpa Konflik Rumah Tangga

eranasional.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Rumah tangga komedian Dede Sunandar dan sang istri, Karen Hertatum, kini menjadi perhatian publik setelah berbagai pengakuan mengejutkan disampaikan Karen mengenai kehidupan pernikahan mereka. Hubungan yang selama ini terlihat harmonis di hadapan publik ternyata disebut menyimpan persoalan panjang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Karen Hertatum mengungkapkan dirinya mengalami tekanan batin sejak awal pernikahan dengan Dede Sunandar. Dalam sejumlah pernyataannya, Karen mengaku menghadapi dugaan perselingkuhan hingga tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang disebut meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya maupun anak mereka.

Pernikahan Dede Sunandar dan Karen Hertatum diketahui telah berjalan selama sekitar 11 tahun sejak keduanya menikah pada 21 Oktober 2014. Selama itu pula, pasangan tersebut kerap terlihat kompak di hadapan publik dan media sosial. Namun di balik kehidupan rumah tangga yang tampak baik-baik saja, Karen mengaku menyimpan banyak luka emosional yang selama ini dipendam sendiri.

Karen mulai membuka persoalan rumah tangganya saat hadir dalam perbincangan di kanal YouTube milik Melaney Ricardo. Dalam wawancara tersebut, ia menceritakan bahwa dugaan perselingkuhan sudah terjadi sejak masa awal pernikahan mereka, bahkan ketika dirinya baru saja melahirkan anak pertama.

“Awal-awal pernikahan dia sudah ketahuan selingkuh,” ujar Karen.

Menurut pengakuannya, momen tersebut menjadi salah satu fase paling berat dalam hidupnya. Saat itu, ia masih berada dalam masa pemulihan pascamelahirkan dan harus menghadapi persoalan rumah tangga yang disebut membuat kondisi mentalnya terguncang.

“Sempat aku di situ kayak hancur banget. Aku baru lahiran anak pertama,” katanya.

Karen menjelaskan usia anak pertamanya ketika itu bahkan belum genap satu bulan saat dirinya mengetahui dugaan perselingkuhan tersebut. Ia mengaku merasa kecewa karena di masa yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan sebagai seorang ibu baru, dirinya justru menghadapi tekanan emosional yang besar.

Ia mengatakan sempat mencoba meminta penjelasan kepada suaminya secara baik-baik terkait persoalan tersebut. Namun menurut Karen, situasi justru berubah menjadi pertengkaran karena Dede Sunandar disebut tidak menerima tuduhan itu dan tersulut emosi.

“Aku tanya baik-baik, tapi dianya malah emosi,” ujarnya.

Karen mengaku tidak menyangka persoalan rumah tangga yang awalnya hanya berupa pertanyaan mengenai dugaan perselingkuhan kemudian berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi salah satu kejadian yang paling membekas dalam hidupnya.

Dalam pengakuannya, Karen juga menyebut dirinya pernah mengalami dugaan kekerasan dalam rumah tangga. Ia mengaku syok karena tidak pernah membayangkan rumah tangganya akan berada dalam situasi seperti itu.

“Pada akhirnya di situ aku dapat kekerasan. Aku syok dan trauma,” ucapnya.

Karen mengatakan kejadian tersebut terjadi ketika anak mereka masih bayi dan berada di kamar. Situasi itu disebut membuat dirinya semakin terpukul karena peristiwa tersebut berlangsung di tengah kondisi keluarga yang seharusnya membutuhkan ketenangan dan dukungan emosional.

Selain mengungkap dugaan kekerasan terhadap dirinya, Karen juga menyebut anak sulung mereka pernah terkena dampak dari konflik rumah tangga yang terjadi. Ia mengatakan anak mereka sempat mencoba melindungi dirinya saat pertengkaran berlangsung.

“Anak aku yang pertama ngebela aku sampai dia kena tonjokan,” ujar Karen sambil menangis.

Ia mengaku sangat terpukul melihat kondisi anaknya yang disebut mengalami luka ketika mencoba melerai pertengkaran orang tuanya. Menurut Karen, peristiwa tersebut menjadi salah satu momen yang paling sulit dilupakan dalam hidupnya sebagai seorang ibu.

“Anak aku bilang, ‘Papa udah papa,’ sambil ngelindungin aku,” katanya.

Karen menjelaskan salah satu pertengkaran bermula dari hal sederhana ketika dirinya sedang bermain gim bersama teman-temannya setelah menyelesaikan pekerjaan rumah. Namun situasi kemudian berubah menjadi konflik besar.

“Karena game, aku lagi mabar sama teman-teman aku,” ujarnya.

Menurut Karen, dirinya saat itu hanya duduk beristirahat setelah menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah tangga. Namun hal tersebut justru memicu emosi dan berujung pada pertengkaran.

Ia juga mengaku dugaan kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya terjadi sekali selama pernikahan mereka. Karen menyebut situasi seperti itu disebut berulang ketika suaminya sedang dalam kondisi emosi atau kelelahan.

“Enggak cuma ini aja, sering,” katanya.

Hingga kini, pengakuan Karen Hertatum masih menjadi perhatian luas di media sosial. Banyak warganet menyoroti kondisi rumah tangga pasangan tersebut dan berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik demi kepentingan anak-anak mereka.

Sementara itu, Dede Sunandar belum memberikan penjelasan panjang terkait berbagai tuduhan yang disampaikan sang istri. Publik pun masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak Dede mengenai persoalan rumah tangga yang kini menjadi perbincangan luas.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya komunikasi dan penyelesaian konflik secara sehat dalam rumah tangga. Perselisihan keluarga yang berlangsung terus-menerus tidak hanya berdampak pada pasangan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis anak.

Kekerasan dalam rumah tangga juga menjadi persoalan serius yang mendapat perhatian banyak pihak karena dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang. Selain meninggalkan luka fisik, korban KDRT kerap mengalami tekanan mental, trauma, hingga gangguan emosional yang memerlukan proses pemulihan tidak singkat.

Di Indonesia, perlindungan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Aturan tersebut memberikan perlindungan hukum bagi korban serta membuka akses pendampingan dan bantuan bagi mereka yang mengalami kekerasan di lingkungan keluarga.

Hingga saat ini, persoalan rumah tangga Dede Sunandar dan Karen Hertatum masih terus menjadi perhatian publik. Banyak pihak berharap situasi tersebut dapat diselesaikan secara baik dan tidak semakin berdampak terhadap kondisi anak-anak mereka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RSUD Dr Soetomo Surabaya Pastikan Pasien Meninggal Bukan Akibat Asap Kebakaran
• 11 menit lalutvonenews.com
thumb
Cuaca Sebagian Jabodetabek Diprediksi Hujan Hari Ini
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara Aspidum Sumsel
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Dony Oskaria Dorong Sinergi Himbara Perluas Akses Hunian Terjangkau bagi Masyarakat
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Potret Trump dan Xi Bersalaman di Tengah Panasnya Geopolitik Dunia
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.