Setelah Trump dan Xi Jinping Bertemu

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Beijing, Kamis (14/5). Pertemuan tingkat tinggi ini membahas berbagai isu sensitif mulai dari perang Iran, perdagangan, hingga Taiwan.

AFP melaporkan, Xi menyambut kedatangan Trump dengan jabat tangan di Great Hall of the People, Beijing, sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Berikut kumparan rangkum pertemuan kedua kepala negara adidaya itu.

Upacara Seremoni yang Megah

Pertemuan berlangsung dengan seremoni megah di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan dua negara adidaya tersebut.

Trump dan Xi berdiri di tengah aula saat band militer China memainkan lagu kebangsaan AS, The Star-Spangled Banner, disusul lagu kebangsaan China. Dentuman meriam pun terdengar di lokasi acara.

Puluhan anak sekolah berpakaian warna-warni sambil membawa bendera AS dan China juga tampak meneriakkan “welcome, welcome” saat kedua pemimpin berjalan melewati mereka.

Xi turut memperkenalkan Trump kepada sejumlah pejabat tinggi AS yang ikut dalam delegasi, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang selama ini dikenal sebagai tokoh keras terhadap Beijing.

Kunjungan Setelah Hampir Satu Dekade

Kunjungan Trump ke Beijing ini menjadi lawatan pertama presiden AS ke China dalam hampir satu dekade, setelah terakhir kali ia datang pada 2017.

Berbeda dari kunjungan sebelumnya, kali ini Trump datang tanpa istrinya, Melania Trump. Namun dia membawa sejumlah bos perusahaan teknologi besar Amerika Serikat, termasuk CEO NVIDIA Jensen Huang dan CEO Tesla Elon Musk.

Trump berharap kunjungan ini menghasilkan kesepakatan bisnis baru, terutama di sektor pertanian, penerbangan, dan teknologi.

Usai pertemuan resmi, Trump dan Xi dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Great Hall of the People.

Trump juga akan mengunjungi Temple of Heaven, situs warisan dunia tempat para kaisar China dulu berdoa untuk panen yang baik.

Trump ke Xi Jinping: AS-China Bisa Punya Masa Depan Fantastis

Donald Trump mengatakan AS dan China dapat memiliki "masa depan yang fantastis". Hal itu ia sampaikan saat bertemu Xi.

Dalam pertemuan tersebut, Trump memuji Xi secara langsung dan menyebut dirinya merasa terhormat bisa berteman dengan pemimpin China itu.

"Merupakan sebuah kehormatan menjadi teman Anda," kata Trump kepada Xi, dilansir AFP.

Trump juga mengatakan dirinya yakin hubungan AS dan China bisa berkembang ke arah positif.

"Kita akan memiliki masa depan yang fantastis bersama," ujar Trump.

Xi Jinping ke Trump: Kita Harus Jadi Mitra, Bukan Rival

Dalam pidato pembukaannya, Xi mengatakan dunia sedang memperhatikan pertemuan keduanya di tengah situasi global yang menurutnya semakin bergejolak.

"Saat ini, perubahan besar yang belum pernah terlihat selama satu abad sedang berlangsung semakin cepat di seluruh dunia, dan situasi internasional terus berubah dan penuh gejolak. Dunia telah tiba di persimpangan baru," kata Xi, dilansir AFP.

Xi kemudian mempertanyakan apakah China dan AS mampu menghindari konflik antarnegara besar dan bersama-sama menciptakan stabilitas global.

“Bisakah China dan AS menghindari 'jebakan Thucydides' dan menciptakan paradigma baru hubungan antarnegara besar? Bisakah kita menghadapi tantangan global bersama dan memberikan lebih banyak stabilitas bagi dunia?” ujarnya.

Xi mengatakan kedua negara sebenarnya memiliki lebih banyak kepentingan bersama dibanding perbedaan.

"Saya selalu percaya bahwa negara kita memiliki lebih banyak kepentingan bersama daripada perbedaan," kata Xi.

"China dan AS sama-sama diuntungkan dari kerja sama dan sama-sama rugi jika berkonfrontasi. Kita harus menjadi mitra, bukan rival," lanjutnya.

Ia juga berharap hubungan kedua negara bisa memasuki babak baru setelah pertemuan tersebut.

Xi Jinping Peringatkan Trump soal Taiwan: Bisa Picu Bentrok China-AS

Xi Jinping memperingatkan Donald Trump bahwa isu Taiwan bisa memicu bentrokan hingga konflik antara kedua negara jika tidak ditangani dengan tepat.

Xi menegaskan Taiwan merupakan isu paling penting dalam hubungan China-AS.

"Jika salah ditangani, kedua negara bisa bentrok atau bahkan masuk ke dalam konflik, yang akan mendorong hubungan China-AS ke situasi yang sangat berbahaya," kata Xi, seperti ditayangkan media pemerintah CCTV, dilansir AFP.

Kantor berita pemerintah China, Xinhua, menyoroti pernyataan Xi soal pentingnya menjaga stabilitas di Selat Taiwan.

"Menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah kepentingan bersama terbesar antara China dan AS," ujar Xi

Xi juga mengatakan bahwa jika isu Taiwan ditangani dengan baik, hubungan bilateral kedua negara akan tetap stabil. Namun jika tidak, hubungan China-AS akan berada dalam bahaya besar.

Dalam laporan Xinhua, Xi turut menegaskan bahwa "kemerdekaan Taiwan" dan perdamaian lintas selat "tidak dapat dipersatukan seperti api dan air".

Gedung Putih Klaim Trump-Xi Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Dibuka

Donald Trump dan Xi Jinping disebut sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka demi menjaga kelancaran arus energi global. Hal itu disampaikan Gedung Putih dalam pernyataan resmi usai pertemuan Trump dan Xi di Beijing.

"Presiden Trump mengadakan pertemuan yang baik dengan Presiden Xi dari China," kata seorang pejabat Gedung Putih, dilansir NBC News.

Menurut pejabat tersebut, kedua pihak membahas berbagai cara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara AS dan China.

Gedung Putih juga menyebut sejumlah pimpinan perusahaan terbesar AS ikut menghadiri sebagian pertemuan tersebut.

Selain isu ekonomi, kedua pemimpin membahas perang Iran dan situasi di Selat Hormuz.

"Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung kelancaran arus energi," kata pejabat Gedung Putih.

Pernyataan yang dilaporkan NBC News itu juga menyebut Xi menegaskan penolakan China terhadap militerisasi Selat Hormuz maupun upaya pengenaan tarif penggunaan jalur tersebut.

Xi juga disebut menyampaikan minat China membeli lebih banyak minyak Amerika guna mengurangi ketergantungan terhadap jalur energi di Hormuz pada masa depan.

"Dua negara juga sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," lanjut Gedung Putih, dikutip dari Reuters.

Selain itu, Trump dan Xi disebut menyoroti pentingnya melanjutkan kemajuan dalam menghentikan aliran bahan kimia prekursor fentanyl ke AS serta meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika oleh China.

Menariknya, Taiwan tidak disebut sama sekali dalam ringkasan resmi Gedung Putih, meski isu tersebut sebelumnya menjadi salah satu topik paling sensitif menjelang pertemuan Trump dan Xi.

AS-China Akan Susun Aturan Pengamanan AI dalam Pertemuan Puncak Trump-Xi Jinping

Delegasi Amerika Serikat (AS) dan China akan membahas aturan pengamanan atau guardrails kecerdasan buatan (AI) dalam pertemuan puncak Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing.

Kedua negara juga disebut akan menyusun protokol praktik terbaik guna mencegah aktor non-negara mendapatkan akses ke model AI paling canggih.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan penting bagi Washington mempertahankan keunggulan atas Beijing dalam perlombaan teknologi AI.

"Yang paling penting adalah AS tetap mempertahankan keunggulannya atas China dalam AI," kata Bessent dalam wawancara dengan CNBC.

Menurut dia, ketertarikan China membahas guardrails AI menunjukkan isu keamanan teknologi kini menjadi perhatian bersama kedua negara.

"Apa yang tidak ingin kami lakukan adalah menghambat inovasi," ujar Bessent.

"Jadi tanggung jawab kami adalah menemukan perhitungan terbaik agar bisa mendapatkan inovasi maksimal sekaligus tingkat keamanan tertinggi," lanjutnya.

Pembahasan AI menjadi salah satu agenda baru dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Trump-Xi di Beijing, di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Top 3 Voli: Pesan Khusus Vanja Bukilic untuk Megawati Hangestri, Media Korea Beri Peringatan, Prediksi Line Up Hyundai Hillstate
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Tren Skincare Bergeser, Kulit Sehat Kini Lebih Dicari Lho Beauty!
• 23 jam laluherstory.co.id
thumb
Cerita Agus Miming: Lihat Bakat Christo Popov dari Kecil, Prihatin Regenerasi RI
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Hobi Rawat Tanaman Kini Jadi Gaya Hidup Modern yang Naik Daun
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Persebaya Surabaya ingin hentikan tren buruk di Padang
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.